Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lockdown Melonggar, Wall Street Berakhir Menguat

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2020) setelah sejumlah negara dan negara-negara bagian AS melonggarkan pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona dalam upaya untuk menghidupkan kembali perekonomian.
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS./ Michael Nagle - Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS./ Michael Nagle - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2020) setelah sejumlah negara dan negara-negara bagian AS melonggarkan pembatasan untuk mencegah penyebaran virus corona dalam upaya untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 133,33 poin atau 0,56 persen ke level 23.883,09, sedangkan indeks S&P 500 menguat 25,7 poin atau 0,90 persen ke level 2.868,44 dan Nasdaq Composite naik 98,41 poin atau 1,13 persen ke level 8.809,12.

Saham perusahaan teknologi dan internet besar seperti Microsoft dan Apple menguat dan memberi dorongan pada indek Wall Street. Saham Pfizer ditutup menguat 2,4 persen setelah perusahaan dan BioNTech mengatakan memberikan menguji coba vaksin virus corona terhadap manusia.

Saham telah rebound tajam sejak akhir Maret dari aksi jual, didorong oleh stimulus moneter dan fiskal besar-besaran. Investor saat ini tengah mengamati upaya sejumlah negara yang mencoba menghidupkan kembali perekonomian dengan melonggarkan pembatasan yang diberlakukan untuk memerangi wabah tersebut.

Dorongan datang dari Italia yang mulai membuka kembali aktivitas perekonomiannya, Spanyol mulai melonggarkan pembatasannya, serta negara bagian California dan Arizona di AS mengambil langkah-langkah untuk memulai kembali aktivitas perekonomian.

Investor juga menimbang optimisme tersebut terhadap komentar peringatan dari pejabat Federal Reserve. Wakil Gubernur Federal Reserve Richard Clarida memperingatkan ekonomi akan membutuhkan lebih banyak dukungan pemerintah.

"Ini benar-benar tergantung pada apa yang terjadi sehubungan dengan tingkat infeksi dan apakah ada gelombang kedua yang akan terjadi," Andrew Wilson, pimpinan pendapatan tetap global di Goldman Sachs Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.

“Jadi saat negara-negara melonggarkan pembatasan, masih ada risiko yang tentu saja membuat kontrol harus diperketat kembali. Itu sebabnya pemerintah di seluruh dunia akan relatif berhati-hati dalam melonggarkan pembatasan tersebut,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper