Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Persaingan Emiten Big Caps Kian Sengit

Pergerakan kapitalisasi pasar saham big caps dinilai tak lepas dari sentimen yang mempengaruhi kinerja saham emiten yang bersangkutan. Barito Pacific dan Chandra Asri misalnya, mendapat apresiasi harga yang signifikan seiring penurunan harga minyak.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  06:09 WIB
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com,JAKARTA — Di tengah volatilitas pasar, saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar jumbo atau big caps saling beradu untuk bertahan di jajaran sepuluh besar. 

Prospek return menjanjikan membuat saham-saham dalam kategori ini tetap jadi incaran para investor meski dibayangi pandemi virus corona (Covid-19). Pergerakan kapitalisasi pasar saham big caps dinilai tak lepas dari sentimen yang mempengaruhi kinerja saham emiten yang bersangkutan.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) masih menjadi emiten berkapitalisasi terbesar di pasar modal Indonesia dengan Rp631 triliun hingga akhir perdagangan April 2020. 

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) merangsek di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar Rp347 triliun. Perusahaan telekomunikasi milik negara itu menyalip PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menempati urutan kedua pada akhir kuartal I/2020.

Data BEI menunjukkan BBRI menempati urutan kedua dalam jajaran 10 besar emiten berkapitalisasi pasar terbesar. Namun, posisi perseroan melorot ke urutan tiga pada akhir perdagangan April 2020 dengan kapitalisasi pasar Rp333 triliun.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan kemampuan TLKM menyalip posisi BBRI cukup mengesankan. Tak ayal dia menjagokan saham TLKM di samping saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).

Menurut Frankie, kemampuan TLKM menyalip BBRI dapat diatribusikan oleh lonjakan trafik komunikasi khususnya layanan broadband. Trafik komunikasi dalam dua bulan terakhir mengalami lonjakan seiring gerakan beraktivitas di rumah. 

“ICBP juga menarik karena tahun lalu masih membukukan kenaikan laba sebesar 10 persen menjadi Rp5,4 triliun dan dengan adanya pandemik saat ini malah banyak yang berbondong-bondong membeli Indomie sehingga diperkirakan ICBP adalah salah satu emiten yang labanya tidak terlalu terpukul oleh Covid-19,” jelas Frankie kepada Bisnis, Senin (5/3/2020).

Pada perkembangan lain, Pada April 2020, emiten milik Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) kembali masuk jajaran 10 besar big caps menggeser PT Pollux Properti Indonesia Tbk. (POLL) yang pada kuartal I/2020 sempat masuk daftar tersebut. BRPT tercatat memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp129 triliun per akhir April 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, saham BRPT dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA)  memimpin penguatan di jajaran big caps dalam sebulan terakhir. Tercatat, keduanya telah menguat masing-masing 66,87 persen dan 50,66 persen sampai dengan penutupan perdagangan, Senin (4/5/2020).

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai persaingan ketat di jajaran 10 besar emiten berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps tidak terlepas dari sentimen dan persepsi pelaku pasar terhadap emiten.

Saat pasar dalam kondisi kurang baik, lanjut dia, investor akan mencari saham-saham yang masih memiliki sentimen positif.

Reza mencontohkan pergerakan saham BRPT yang erat kaitannya dengan pergerakan harga minyak mentah. Menurutnya, penurunan harga minyak mentah dipersepsikan positif oleh investor sehingga berdampak positif terhadap kinerja saham perseroan.

“Saham-saham big caps memiliki sensitivitas tinggi terhadap sentimen yang ada di pasar,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/5/2020).

Dia menyebut terdapat beberapa saham big caps yang saat ini mengalami pelemahan harga dan cukup menarik untuk dikoleksi. Emiten yang direkomendasikan antara lain BRPT, TPIA, ICBP, UNVR, BBRI, dan BBCA.

10 Saham Big Caps
Kode EmitenNilai Kapitalisasi Pasar Akhir Maret 2020Nilai Kapitalisasi Pasar Akhir April 2020
BBCARp671 triliunRp631 triliun
TLKMRp331 triliunRp347 triliun
BBRIRp368 triliunRp333 triliun
UNVRRp245 triliunRp316 triliun
BMRIRp213 triliunRp206 triliun
HMSPRp162 triliunRp186 triliun
TPIARp96 triliunRp160 triliun
ASIIRp154 triliunRp156 triliun
BRPTRp64,53 triliunRp126 triliun
ICBPRp113 triliunRp115 triliun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham big caps
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top