Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Saham Global Makin Kuat Saja, Ini Obatnya

Optimisme soal laporan keuangan korporasi dan tanda-tanda progres pengobatan penyakit virus corona (Covid-19) terus mengerek bursa Asia naik bersama kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat dan Eropa.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 April 2020  |  14:38 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. -  Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Optimisme soal laporan keuangan korporasi dan tanda-tanda progres pengobatan penyakit virus corona (Covid-19) terus mengerek bursa Asia naik bersama kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat dan Eropa.

Berdasarkan data Bloomberg, kontrak berjangka indeks S&P 500 naik 0,3 persen pada perdagangan Kamis (30/4/2020) pukul 7.07 pagi waktu London, setelah indeks saham acuannya melonjak 2,7 persen pada perdagangan Rabu (29/4/2020).

Kontrak berjangka Nasdaq Composite juga menguat setelah melompat lebih dari 3 persen pada Rabu. Laporan keuangan yang menggembirakan dari Microsoft Corp., Facebook Inc., dan Tesla Inc. semakin mengangkat sentimen untuk Nasdaq.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (29/4), Microsoft mengatakan raihan laba pada kuartal I/2020 naik menjadi US$10,8 miliar, atau US$1,40 per saham. Sementara itu, penjualan meningkat 15 persen menjadi US$35 miliar.

Peningkatan tersebut didukung oleh permintaan untuk perangkat lunak berbasis internet dan layanan cloud yang diperlukan guna mengakomodasi peralihan untuk kerja jarak jauh (remote working) selama krisis virus corona.

Selain itu, kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,6 persen, indeks Topix Jepang bertambah 1 persen, dan indeks MSCI Asia Pacific menanjak 1,3 persen siang ini.

Pasar saham di China pun menguat lebih dari 1 persen dan bursa Australia melonjak sekitar 2 persen. Adapun pasar saham di Hong Kong dan Korea Selatan ditutup karena libur.

Bursa Wall Street AS melonjak pada perdagangan Rabu setelah perusahaan biofarmasi Gilead Sciences Inc. melaporkan bahwa obat eksperimentalnya membantu penderita penyakit virus corona (Covid-19) pulih lebih cepat.

Anthony Fauci, Kepala Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional (NIAID), mengatakan uji coba klinis menunjukkan hasil awal yang menggembirakan mengenai pengobatan penyakit virus corona yang dibuat Gilead.

Pernyataannya serta merta memberi optimisme yang dibutuhkan pasar bahwa para ilmuwan membuat kemajuan dalam terapi untuk memerangi pandemi corona.

Kabar baik mengenai obat potensial untuk pasien Covid-19 itu sampai membuat investor mengabaikan kontraksi ekonomi AS pada kuartal I/2020 dan peringatan dari bank sentral Federal Reserve AS bahwa krisis corona "menimbulkan risiko cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah".

“Uji coba Gilead ini sebenarnya merupakan skenario kasus terbaik, sangat positif dan pasar akan naik banyak,” ujar Richard Tan, Direktur PanAgora Asset Management di Boston, seperti dikutip dari Bloomberg.

“Baru kemarin kita masih ragu-ragu apakah pasar akan kembali menyentuh posisi rendahnya pada Maret, tetapi sekarang kita mungkin bisa mengatakan bahwa kita pernah melihat posisi terendah di pasar,” tambahnya.

Bursa saham global telah naik sekitar 11 persen bulan ini didorong rencana negara-negara di seluruh dunia untuk memulai kembali aktivitas perekonomian yang selama ini ditutup guna meredam persebaran virus corona.

Data terbaru dari China menunjukkan sedikit penurunan dalam manufaktur pada bulan April, sementara angka pada sektor jasa melampaui estimasi. Di Jepang, produksi industri merosot ke level terendah sejak 2013 pada bulan Maret.

Sementara itu, ekonomi AS terkontraksi 4,8 persen secara tahunan pada kuartal pertama, penurunan terburuk sejak 2008, ketika upaya yang dilancarkan untuk membendung persebaran virus corona telah memaksa banyak perusahaan di AS tutup dan konsumen tidak keluar dari rumah masing-masing.

Hanya beberapa jam setelah laporan itu, Gubernur The Fed Jerome Powell menyuarakan kekhawatiran bahwa krisis corona dapat meninggalkan bekas luka yang permanen pada ekonomi dan mengatakan agar pembuat kebijakan dari semua area perlu berbuat lebih banyak untuk membatasi kerusakannya.

Pasar selanjutnya menantikan keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis (29/4) waktu setempat, yang diperkirakan akan meningkatkan program pembelian obligasi.

Di pasar komoditas, harga emas di pasar spot naik ke level US$1.718 per troy ounce dan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate melompat 12 persen ke level US$16,85 per barel siang ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top