Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengekor Kontrak Berjangka Nasdaq, Bursa Asia Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 terpantau menguat masing-masing 1,48 persen dan 2,46 persen di awal perdagangan, sdangkan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1,39 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 April 2020  |  08:58 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (30/4/2020) di tengah optimisme dari laporan kinerja emiten perusahaan dan kemajuan dalam perang melawan virus corona.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 terpantau menguat masing-masing 1,48 persen dan 2,46 persen di awal perdagangan, sdangkan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1,39 persen.

Kontrak berjangka indeks Nasdaq menguat setelah laporan keuangan Microsoft Corp, Facebook Inc. dan Tesla Inc. mengangkat sentimen. Indeks S&P 500 sebelumnya ditutup menguat 2,5 persen sekaligus menyentuh level tertinggi dala mtujuh pekan terakhir.

Sementara itu, Gilead Sciences Inc. mengatakan obat eksperimentalnya membantu Covid-19 pasien pulih lebih cepat. Minyak berjangka terus rebound setelah jatuh pada awal minggu ini.

Ahli penyakit menular pemerintah AS, Anthony Fauci, mengatakan hasil awal dari uji coba obat-obatan Gilead menunjukkan kabar baik dan memberikan optimisme bahwa para ilmuwan membuat kemajuan dalam terapi untuk memerangi pandemi.

New York Times mengabarkan Badan Makanan dan Obat-obatan AS berencana untuk mengumumkan otorisasi penggunaan darurat untuk obat tersebut pada hari Rabu.

"Apa yang sebenarnya mendorong pasar pada tahap ini adalah berita positif apa pun tentang potensi perawatan dan vaksin, karena pada akhirnya kedua hal tersebut akan menekan penyebaran virus,” kata Seema Shah, analis investasi global untuk Principal Global Investors, seperti dikutip Bloomberg.

"Itulah yang akan mendorong pasar, ditambah apa pun sehubungan dengan lockdown mulai dilonggarkan," lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa global
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top