Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia Masuk Pasar Bullish, IHSG Tambah Berotot

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperkokoh rally-nya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (29/4/2020), di tengah penguatan bursa Asia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 April 2020  |  16:02 WIB
Karyawan menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperkokoh rally-nya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (29/4/2020), di tengah penguatan bursa Asia.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG berakhir di level 4.567,32 dengan penguatan 0,83 persen atau 37,77 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (28/4/2020), IHSG ditutup di level 4.529,55 dengan kenaikan 0,36 persen atau 16,41 poin, kenaikan hari kedua.

Penguatan indeks mulai berlanjut pada Rabu (29/4) dengan dibuka naik 0,18 persen ke level 4.537,86. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran level 4.523,95 – 4.568,66.

Sebanyak 6 dari 10 sektor pada IHSG berakhir di wilayah positif, dipimpin infrastruktur (+3,72 persen) dan industri dasar (+2,79 persen). Empat sektor lainnya berakhir di zona negatif, dipimpin properti (-1,07 persen) dan aneka industri (-0,7 persen).

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang masing-masing naik 6 persen dan 6,3 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Bersama IHSG, mayoritas indeks saham di Asia berakhir di zona hijau, antara lain indeks Hang Seng Hong Kong (+0,14 persen), S&P/ASX 200 Australia (+1,51 persen), dan Kospi Korea Selatan (+0,70 persen).

Indeks saham di Seoul berhasil menguat kendati raksasa elektronik Samsung Electronics Co. menyampaikan peringatan bahwa laba pada kuartal II/2020 dapat turun akibat dampak pukulan pandemi virus corona (Covid-19) terhadap permintaan.

Di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing mampu menguat 0,44 persen dan 0,46 persen.

Penguatan pada perdagangan hari ini mendorong indeks MSCI Asia Pacific naik sekitar 20 persen dari level rendah yang dibukukan pada Maret.

Indeks saham acuan di kawasan Asia Pasifik tersebut siap bergabung dengan indeks saham di Amerika Serikat, Eropa, Asia Tenggara dan Amerika Latin dalam memasuki pasar bullish teknikal (technical bull market), meskipun pasar ekuitas global terus berusaha keluar dari aksi jual akibat pandemi virus corona (Covid-19) bulan lalu.

Pasar saat ini tengah menantikan keputusan rapat kebijakan moneter bank sentral Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB). Sementara itu, laporan kinerja keuangan perusahaan akan terus membanjiri sentimen pasar, termasuk oleh Amazon.com Inc. dan Microsoft Corp.

Dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC meeting) yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (29/4) waktu setempat, Gubernur The Fed Jerome Powell diperkirakan akan menghadapi keputusan besar untuk memberikan panduan lebih lanjut tentang arah suku bunga di masa depan.

“Pedagang memperkirakan adanya tinjauan ulang yang signifikan dalam pernyataan kebijakan FOMC hari ini ketika The Fed akan menyampaikan pesan yang jelas bahwa pengaturan kebijakan yang luar biasa akan tetap di posisinya selama yang diperlukan,” ujar Stephen Innes, kepala strategi pasar global di AxiCorp.

Data produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal pertama juga akan dilaporkan dan diperkirakan bakal menunjukkan kontraksi sebesar 3,8 persen, mengakhiri rekor ekspansi ekonomi AS.

Pasar kemungkinan akan mengabaikan perkiraan buruk itu di tengah dukungan The Fed, tetapi Jeffrey Halley, analis pasar senior di Oanda Asia Pacific, memperingatkan untuk tidak terlalu bersemangat.

“Investor harus jelas dalam membedakan keputusan investasi bank sentral dengan kenyataan ekonomi. Realitas biasanya menang pada akhirnya. Tetap saja, tidak berarti momentum itu akan memudar dalam waktu dekat,” terangnya.

Di pasar mata uang domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berhasil ditutup terapresiasi tajam 150 poin atau 0,97 persen ke level Rp15.295 per dolar AS, saat indeks dolar melemah jelang rilis keputusan rapat kebijakan The Fed.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

TLKM

+6,0

BRPT

+6,3

HMSP

+3,6

UNVR

+1,9

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

Penurunan (persen)

BMRI

-3,6

POLL

-6,9

AMRT

-6,5

EMTK

-6,7

Sumber: BEI


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Bursa Asia
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top