Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia Dibuka Menguat, Futures Bursa AS Positif

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,3 persen, sedangkan indeks S&P/ASX 200 naik 0,4 persen. Sementara itu, futures indeks S&P 500 terpantau menguat 0,3 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 April 2020  |  08:01 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. -  Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (29/4/2020), sejalan dengan kontrak berjangka bursa AS.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,3 persen, sedangkan indeks S&P/ASX 200 naik 0,4 persen. Sementara itu, futures indeks S&P 500 terpantau menguat 0,3 persen.

Sentimen positif cenderung terbatas menyusul proyeksi penurunan pendapatan pendapatan Samsung Electronics Co pada kuartal kedua karena pandemi memukul permintaan.

Sementara iut, Alphabet Inc. melaporkan penjualan yang lebih baik dari perkiraan. Bursa AS berfluktuasi pada perdagangan Selasa dengan saham teknologi melemah mundur di tengah penurunan kepercayaan konsumen dan karena lebih banyak perusahaan merevisi proyeksi pendapatan.

Investor tengah mencari katalis baru untuk mendorong kenaikan lebih lanjut dalam ekuitas global setelah lonjakan 27 persen dari posisi terendah Maret. Keputusan kebijakan Federal Reserve akan diumumkan pada hari Rabu, kemudian Bank Sentral Eropa pada hari berikutnya.

Sejumlah perusahaan besar masih akan merilis laporan keuangan pekan ini, di antaranya Amazon.com Inc. dan Microsoft Corp. Pada saat yang sama, pelaku pasar memantau tingkat infeksi virus corona dan rencana pembukaan kembali akvitivas ekonomi.

"Ada beberapa pembacaan yang sangat ekstrem tentang pukulan yang baru saja derita dan pasar masih rebound menyambut proyeksi kinerja pada kuartal ketiga dan keempat," ungkap Christopher Smart, kepala analis global di Barings Investment Institute, seperti dikutip Bloomberg.

"Proyeksi saat ini sangat sulit diprediksi tanpa mengetahui arah penyebaran wabah dan seberapa cepat orang akan merasa nyaman untuk kembali bekerja, dan kapan vaksin akan tersedia secara luas."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa global
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top