Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Gudang Garam (GGRM) Mengepul di Kuartal I/2020, Laba Rp2,45 Triliun

Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih 3,88 persen, menjadi Rp2,45 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,35 triliun.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 29 April 2020  |  11:50 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di depan area Helipad Surya Air milik PT. Gudang Garam di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (17/3). Perusahaan rokok tersebut berencana membangun bandara komersil di wilayah Kediri dengan panjang runway 2.300 meter untuk penerbangan pesawat jenis boeing airbus berpenumpang 128-130 orang. - Antara/Prasetia Fauzani
Pengendara sepeda motor melintas di depan area Helipad Surya Air milik PT. Gudang Garam di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (17/3). Perusahaan rokok tersebut berencana membangun bandara komersil di wilayah Kediri dengan panjang runway 2.300 meter untuk penerbangan pesawat jenis boeing airbus berpenumpang 128-130 orang. - Antara/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pandemi COVID-19, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) nyatanya mampu membukukan kinerja yang apik pada kuartal I/2020.

Dikutip dari laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 31 Maret 2020 yang di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/4/2020), perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih 3,88 persen, menjadi Rp2,45 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,35 triliun.

Walhasil, produsen rokok dengan jenama Gudang Garam dan Surya tersebut akan membagikan laba bersih per saham atau earning per share sebesar Rp1.272, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp1.224.

Pertumbuhan laba ini disumbang oleh kenaikan pendapatan perseroan sebesar 4,06 persen, dari semula pada posisi Rp26,20 triliun menjadi Rp27,26 triliun pada kuartal I/2020.

Berdasarkan segmennya, penjualan dari sigaret kretek mesin mendominasi sebesar 90,83 persen dari total pendapatan diikuti dengan sigaret kretek tangan yang hanya berkisar 7,89 persen dari total omzet.

Sementara, penjualan sigaret kretek mesin di pasar domestik berkontribusi besar pada pendapatan perseroan dengan kisaran 89,91 persen, diikuti dengan penjualan sigaret keretek mesin ekspor yang hanya menyumbang 0,92 persen dari total seluruh pendapatan.

Adapun, beban pokok penjualan dan beban usaha perseroan secara bersamaan meningkat masing-masing 4,89 persen menjadi Rp22,32 triliun dan 3,93 persen menjadi Rp1,7 triliun.

Namun, perseroan berhasil menambah pundi-pundi uangnya dari pendapatan lainnya yang naik 18,83 persen menjadi Rp77,44 miliar, dan penghasilan dari laba kurs sebesar Rp26,18 miliar pada kuartal pertama tahun 2020.

Pos liabilitas perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini juga menurun 15,39 persen menjadi Rp23,45 triliun dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019. Bersamaan dengan itu, pos ekuitas perseroan meningkat 4,8 persen menjadi Rp53,38 triliun.

Hal ini membuat total aset perseroan menurun tipis 2,31 persen dari posisi Rp78,65 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp76,83 triliun pada akhir kuartal i/2020.

Terakhir, kas dan setara kas akhir periode perseroan melonjak 81,14 persen dari posisi kuartal I/2019 sebesar Rp1,69 triliun menjadi Rp3,06 triliun pada kuartal I/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok Kinerja Emiten gudang garam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top