Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gudang Garam (GGRM) Siap Ground Breaking Bandara Kediri Besok, Rabu (15/4)

Ground breaking tersebut diyakini sebagai tonggak permulaan dan persiapan untuk pekerjaan lebih lanjut atas proyek pembangunan Bandar Udara Dhoho yang telah dicanangkan dan dipersiapkan oleh perseroan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 14 April 2020  |  11:30 WIB
Gudang Garam (GGRM) Siap Ground Breaking Bandara Kediri Besok, Rabu (15/4)
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kiri) dan Direktur PT Gudang Garam Tbk. Istata T. Siddharta menandatangani nota kesepahaman rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Pada tahap awal, Bandara Dhoho Kediri direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara hampir 400 hektar dengan dimensi runway 2400 meter x 45 meter untuk kapasitas 1,5 Juta penumpang per tahun. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) mengumumkan lanjutan dari pelaksanaan ground breaking pembangunan Bandar Udara Dhoho.

Dikutip dari keterangan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pelaksanaan ground breaking bandara yang berlokasi di Kediri, Jawa Timur tersebut direncanakan berlangsung pada Rabu (15/4/2020) besok.

“Pelaksanaan seremonial ground breaking pembangunan Bandar Udara Dhoho dilakukan secara virtual, dan ditandai dengan dimulainya pekerjaan penyiapan lokasi dan site formation Bandar Udara Dhoho di Kediri,” tulis manajemen, Selasa (14/4/2020).

Ground breaking tersebut diyakini sebagai tonggak permulaan dan persiapan untuk pekerjaan lebih lanjut atas proyek pembangunan Bandar Udara Dhoho yang telah dicanangkan dan dipersiapkan oleh perseroan.

Pembangunan Bandar Udara Dhoho dilaksanakan oleh PT Suraya Dhoho Investama (SDHI) sebagai anak usaha perseroan yang sahamnya dimiliki sebesar 99,99 persen oleh perseroan.

Berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Corporate Secretary Gudang Garam Heru Budiman tersebut, bandara ini dicanangkan untuk melayani masyarakat khususnya di Kediri dan sekitarnya, dan sebagai salah satu bandar udara alternatif di Jawa Timur.

Perseroan menaruh harapan bahwa bandara ini dapat berkontribusi dalam upaya mempercepat pembangunan dan pengembangan daerah Kediri dan sekitarnya. Oleh karena itu, pembangunan bandara ini dianggap perseroan sebagai investasi jangka panjang secara nasional.

Lebih lanjut, pelaksanaan ground breaking pembangunan bandara ini dilaporkan tidak memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Sebelumnya, Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta menyatakan nilai investasi untuk pengembangan bandara tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana Rp6 triliun hingga Rp9 triliun yang ditanggung penuh oleh perseroan.

“Kita sendiri masih mengerjakan detailnya, kira-kira akan habis berapa (dana investasi). Tapi saya yakin keperluan dana yang harus kita keluarkan tahun ini akan bisa di-cover dari dana internal,” ujar Istata saat ditemui di acara penandatanganan MoU perseroan bersama PT Angkasa Pura I, di Jakarta pada Selasa (10/2/2020).

Perseroan menilai proyek pembangunan bandara ini bukan unit bisnis murni untuk mendulang keuntungan. Lebih jauh, Gudang Garam melihat proyek ini sebagai investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan kontribusi untuk daerah dan negara secara menyeluruh.

Istata sendiri mengharapkan groundbreaking Bandara Kediri akan dimulai pada 15 April 2020 mendatang dan nantinya proses penyelesaian akan memakan waktu hingga 2 tahun.

Namun, Gudang Garam sendiri menilai rentang waktu tersebut mungkin saja meleset jika memperkirakan kualitas pembangunan bandara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara gudang garam aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top