Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan YouTube Melonjak di tengah Pandemi, Saham Alphabet Naik

Saham induk Google, Alphabet Inc., menguat setelah merilis laporan keuangan kuartal I/2020.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 April 2020  |  08:08 WIB
Google Doodle Hari Bumi 2020 - Dok. Google
Google Doodle Hari Bumi 2020 - Dok. Google

Bisnis.com, JAKARTA – Saham induk Google, Alphabet Inc., menguat setelah merilis laporan keuangan kuartal I/2020.

Laporan kuartal pertama berikut komentar para eksekutif perusahaan yang bernada optimistis menunjukkan bahwa bisnis layanan cloud dan YouTube perusahaan tetap tumbuh di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Penjualan perusahaan dilaporkan mencapai US$33,71 miliar pada kuartal I/2020 atau meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan YouTube melonjak 33,5 persen dan top line Google Cloud melonjak 52 persen.

“Hasilnya keluar lebih baik daripada perkiraan pasar, dengan metrik yang kuat pada Google Cloud dan YouTube,” tulis Jason Bazinet, seorang analis di Citigroup, seperti dilansir melalui Bloomberg, Rabu (29/4/2020).

Raksasa internet ini telah mencoba melakukan diversifikasi jauh dari iklan pencarian selama bertahun-tahun dengan berinvestasi besar-besaran dalam layanan cloud, video digital, perangkat keras konsumen, dan pertaruhan jangka panjang yang berisiko seperti mobil swakemudi.

Kuartal pertama tampak menunjukkan progres di beberapa bidang ini, meskipun bisnis iklan utama Google menderita pemangkasan pengeluaran pemasaran pada bulan Maret akibat pandemi corona.

Menurut CEO Google Sundar Pichai, bisnis cloud masih kuat meskipun beberapa kesepakatan membutuhkan waktu lebih lama untuk difinalkan.

“Kami melihat momentum secara keseluruhan," ungkap Pichai kepada para analis dalam suatu konferensi jarak jauh.

Di sisi lain, CFO Ruth Porat mengatakan pertumbuhan iklan merek YouTube meningkat dalam dua bulan pertama kuartal pertama, tetapi mulai mengalami hambatan pada pertengahan Maret.

Namun iklan respons langsung (direct response ad) di YouTube, yang sering membuat penonton tertarik untuk membeli sesuatu, terus mengalami pertumbuhan year-on-year yang substansial sepanjang kuartal.

“Kuartal tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa Google adalah bisnis terdiversifikasi yang diposisikan untuk menjadi lebih beragam di sisi lain pandemi,” kata Jitendra Waral, seorang analis di Bloomberg Intelligence.

“Divisi cloud menjadi penjaga pertumbuhan Google di tengah ketidakpastian seputar iklan,” terangnya.

Saham Alphabet pun melonjak 9 persen dalam sesi extended trading pada Selasa (28/4/2020). Tumpukan cash Google yang besar, janji untuk melanjutkan buyback saham, serta upaya untuk mengendalikan biaya juga mendukung saham perusahaan.

Awal bulan ini, Pichai mengatakan perusahaan akan secara drastis memperlambat laju perekrutan dan memangkas anggaran pemasarannya sendiri.

Dalam sebuah wawancara, Porat menyarankan agar layanan perusahaan lebih banyak digunakan demi menyokong hasil di masa depan. Peluang-peluang jangka panjang perusahaan antara lain pencarian, komputasi awan, pembelajaran mesin, dan perangkat keras konsumen.

“Mengingat tren penggunaan yang kami lihat, kami tetap benar-benar optimistis tentang tren jangka panjang," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google youtube
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top