Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 5 Reksa Dana Pendapatan Tetap Paling Cuan Pekan Lalu

Reksa dana pendapatan tetap mulai mendapat angin segar seiring aliran dana asing ke instumen obligasi.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 27 April 2020  |  14:56 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Reksa dana pendapatan tetap mencatatkan kinerja paling bersinar sepanjang pekan lalu, disokong oleh inflow dana asing ke instrumen obligasi dalam negeri. 

Di sisi lain, terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu membuat kinerja reksa dana saham dan campuran melempem. 

Berdasarkan laporan mingguan Infovesta Utama per 27 April 2020, seluruh reksa dana mencetak kinerja imbal hasil yang cenderung beragam pada penutupan pekan lalu, seiring dengan IHSG mencatat pertumbuhan kinerja negatif yaitu sebesar 2,99 persen. 

Hal tersebut berdampak pada kinerja reksa dana saham yang diilustrasikan dengan Infovesta Equity Fund Index yang mencatat hasil negatif 2,84 persen. Nasib reksa dana campuran yang diilustrasikan dalam Infovesta Fund Index juga tak jauh berbeda yakni negated 1,39 persen. 

Sebaliknya, Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap sama-sama mencatat pertumbuhan positif. Reksa dana pasar uang yang digambarkan dalam Infovesta Balanced Fund Index tercatat memiliki return 0,10 persen.

Sementara kinerja reksa dana pendapatan tetap yang dihimpun Infovesta Fixed Income Fund Index tercatat paling moncer yaitu sebesar 0,58 persen. Ini seiring dengan obligasi pemerintah yang naik sebesar 0,46 persen dan Obligasi Korporasi naik tipis sebesar 0,09 persen dalam periode yang sama.

Kinclongnya kinerja obligasi dalam negeri sepanjang terakhir yakni 13 - 20 April 2020 ditopang oleh aliran modal masuk atau inflows investasi portofolio ke Indonesia secara net sebesar Rp1,57 Triliun. Angka ini didapatkan dari inflow asing terhadap SBN Rp4,37 triliun dan outflow saham Rp2,8 triliun.

Berdasarkan data DJPPR, kepemilikan SBN oleh asing menunjukkan adanya kenaikan dari Rp918,32 Triliun pada 13 April 2020 naik menjadi Rp923,79 T pada tanggal 20 April 2020. Transaksi SBN seri benchmark sendiri selama satu minggu terakhir didominasi oleh seri tenor 10 Tahun mencapai Rp19,19 Triliun dan diikuti dengan seri tenor 5 tahun mencapai Rp17,24 T. 

Menurut Infovesta, aksi pembelian SBN secara bertahap yang dilakukan oleh investor asing didukung dengan adanya spread yield yang menarik. Tercatat, spread yield antara Indonesia 10 years Government Bond dengan US Treasury 10 Years mencapai 7,32% per tanggal 24 April 2020.

Selain itu, indeks volatilitas pasar keuangan (VIX) sebagai indikator premi risiko sudah mengalami penurunan dari level 83,2 ke level 35,93 pada 24 April 2020. Akan tetapi angka ini belum kembali ke level normal sebelum pandemic muncul. 

“Hal ini berarti, kepanikan investor asing sudah mulai mereda dan mulai percaya diri untuk kembali memasuki investasi di negara berkembang seperti Indonesia,” demikian tulis Infovesta dalam laporannya, seperti dikutip Bisnis, Senin (27/4/2020).

 Berikut 5 Produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Paling Cuan sepanjang pekan lalu:

  1.     Simas Pendapatan Prima (3,77 persen)
  2.     Mega Dana Pendapatan Tetap (3,41 persen)
  3.     Cipta Obligasi Unggulan (3,15 persen)
  4.     Cipta Obligasi Prima (3,09)
  5.     Ashmore Dana Obligasi Strategis Nusantara (2,96 persen)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top