Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Positif di Kuartal I, Intel Tetap Revisi Proyeksi Tahun 2020

Intel Corp merevisi proyeksi penjualan pada tahun 2020 di tengah ketidakpastian ekonomi yang signifikan yang disebabkan oleh pandemi virus corona (Covid-19)
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 April 2020  |  08:26 WIB
Logo Intel Cor - valuewalk.com
Logo Intel Cor - valuewalk.com

Bisnis.com, JAKARTA – Intel Corp merevisi proyeksi penjualan pada tahun 2020 di tengah ketidakpastian ekonomi yang signifikan yang disebabkan oleh pandemi virus corona (Covid-19)

Produsen semikonduktor terbesar di dunia ini melaporkan lonjakan 23 persen dalam pendapatan kuartal pertama dan laba yang lebih baik dari perkiraan, didukung oleh permintaan prosesor laptop dan mesin server.

Meskipun memberikan target penjualan kuartal kedua yang optimis, prospek laba Intel berada di bawah, sehingga memicu kekhawatiran bahwa penurunan belanja akan menyeret bisnis di sepanjang sisa tahun 2020.

Perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California ini memperkirakan penjualan akan mencapai US$18,5 miliar, tidak jauh berbeda dibandingkan rata-rata perkiraan analis yang mencapai US$18,08 miliar, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Sementara itu, perusahaan memperkirakan pendapatan per saham mencapai sekitar US$1,04 per saham, di bawah ekspektasi Wall Street sebesar US$1,11.

Banyak merespons aktivitas work-from-home akibat wabah virus corona dengan membeli lebih banyak laptop agar karyawan mereka bekerja dari jarak jauh. Pada saat yang sama, pemilik pusat data merespons lonjakan konferensi video, penggunaan media sosial, dan streaming film dengan menyediakan cadangan prosesor Intel untuk mesin server.

Tren tersebut memicu peningkatan 14 persen dalam penjualan chip komputer pada kuartal pertama, dan kenaikan 43 persen di divisi pusat data perusahaan.

Namun, penjualan kuartal pertama yang melambung memicu kekhawatiran bahwa permintaan mungkin telah memuncak di awal tahun. Intel dan pelanggannya bersiap untuk resesi terburuk sejak krisis keuangan 2008.

Dalam laporan itu, Intel mengatakan mereka memperkirakan adanya penurunan permintaan dari pemerintah dan klien korporat pada paruh kedua tahun 2020.

Chief Financial Officer George Davis dalam sebuah wawancara mengatakan perusahaan menghentikan program buyback saham sejak bulan Maret dan menawarkan surat utang senilai US$10 miliar baru-baru ini untuk memberikan perlindungan finansial jika diperlukan.

Margin kotor, atau persentase penjualan yang tersisa setelah dikurangi biaya produksi, diperkirakan tertekan pada kuartal kedua sejalan dengan upaya Intel meningkatkan produksi chip baru.

Intel mencatat kenaikan penjualan pada kuartal pertama menjadi US$19,8 miliar, di atas proyeksi analis yang mencapai US$18,83 miliar. Sementara itu, laba bersih mencapai US$5,7 miliar atau US$ 1,31 per saham. Marjin kotor, atau persentase penjualan setelah dikurangi biaya produksi, melebar menjadi 60,6 persen pada kuartal pertama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intel corp
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top