Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Ekonomi AS Memberikan Sinyal Perbaikan, Wall Street Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau menguat 0,81 persen atau 191,12 poin ke level 23.666,94, sedangkan indeks S&P 500 mengua t0,87 persen atau 24,23 poin ke level 2.823,54 dan indeks Nasdaq menguat 0,99 persen ke level 8.579,52.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 April 2020  |  21:30 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. -  Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat melanjutkan penguatan di hari kedua karena investor menimbang data ekonomi dan kinerja perusahaan untuk menentukan dampak virus corona terhadap pertumbuhan global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau menguat 0,81 persen atau 191,12 poin ke level 23.666,94, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,87 persen atau 24,23 poin ke level 2.823,54. dan indeks Nasdaq menguat 0,99 persen ke level 8.579,52.

Indeks menguat setelah klaim pengangguran melonjak sebesar 4,4 juta pekan lalu, sedikit lebih rendah dari perkiraan analis. Total pekerjaan yang hilang sekarang melebihi 26 juta orang.

Angka aktivitas manufaktur sektor swasta melampaui estimasi, meskipun menunjukkan kontraksi yang dalam. Di sisi pendapatan, saham CSX menguat setelah operator kereta api tersebut mencatat kinerja di atas estimasi, sementara produsen chip Lam Research dan Seagate melemah.

“Data yang keluar saat ini, sejujurnya, tidak berarti. Dan sebagai konsekuensinya, sebagai investor, Anda hampir memiliki kebebasan untuk merespons pasar terhadap pembukaan ekonomi kembali,” ungkap Greg Peters, kepala multi-sektor dan analis PGIM, seperti dikutip Bloomberg.

Sebelumnya, investor mengabaikan data yang menunjukkan aktivitas sektor swasta di zona euro jatuh jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan para ekonom. Credit Suisse Group AG tergelincir setelah merilis laporan keuangan kuartal pertama.

Minyak mentah berjangka melonjak untuk hari kedua meskipun pasokan berlebih masih membanjiri pasar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as bursa as bursa global
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top