Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adu Kuat Kinerja Emiten Kawasan Industri, Siapa yang Unggul?

Puradelta meraih laba terbesar sedangkan Jababeka mencetak pertumbuhan laba tertinggi.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 April 2020  |  14:11 WIB
Foto aerial kawasan industri MM2100 di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial kawasan industri MM2100 di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi dibandingkan dengan tiga emiten kawasan industri lainnya sepanjang 2019. Secara nominal, PT Puradelta Lestari Tbk. mencetak laba paling besar di antara emiten sejenis. 

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, pertumbuhan laba Jababeka mengungguli PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA), PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST).

Jababeka meraih laba bersih sebesar Rp118,80 miliar atau naik 189,97 persen secara tahunan. Menilik hasil laporan keuangan, berbaliknya posisi rugi menjadi laba disebabkan oleh selisih kurs sebesar Rp176,86 miliar dan klaim asuransi Rp20,38 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh Puradelta yang mampu tumbuh 168,01 persen. Anak usaha Sinarmas itu mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,33 triliun sedangkan posisi tahun sebelumnya Rp496,25 miliar.

Total pendapatan Puradelta tercatat sebesar Rp2,65 triliun sedangkan tahun sebelumnya Rp1,03 triliun. Adapun yang menopang penjualan utamanya adalah segmen industri dengan raihan Rp2,01 triliun.

PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia menjadi pembeli utama bagi emiten bersandi saham  DMAS itu dengan sumbangangsih Rp1,36 triliun. Jumlah itu setara dengan 51,32 persen dari total pendapatan selama setahun.

Selain itu, bila ditelisik dari profit margin pengembang kawasan Deltamas ini menjadi yang paling tinggi dengan torehan 50,19 persen. Posisi kedua ditempati oleh BEST yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp950,54 miliar dengan laba bersih Rp380,15 miliar.

Segmen penjualan tanah membukukan Rp796,35 miliar turun 1,27 persen dari posisi sebelumnya Rp828,48 miliar. Kontribusi penjualan terbesar berasal dari PT Daiwa House Indonesia Rp367,11 miliar dan PT Mega Jaya Lestari Properti Rp137,86 miliar.

Segmen pendapatan jasa dan sewa menyumbang Rp107,35 miliar, pendapatan hotel Rp16,28 miliar dan pendapatan lain Rp30,54 miliar.

Sementara itu, SSIA mencetak laba bersih sebesar Rp92,03 miliar selama tumbuh sebesar 145,02 persen dari tahun sebelumnya Rp37,67 miliar. PT Suryacipta Swadaya yang merupakan anak usaha perseroan di bidang kawasan industri membukukan pendapatan sebesar Rp516,9 miliar. Jumlah itu meningkat sebesar 39,5 persen dari pendapatan 2018 sebesar Rp370,7 miliar. Peningkatan ini terutama dari penjualan lahan 17,1 hektar sebesar Rp297,3 miliar.

Sampai dengan akhir tahun lalu pengembang proyek Subang City of Industry Industrial Estate itu telah mengakuisisi total 1.173 hektare. SSIA menargetkan untuk groundbreaking Subang pada September 2020 dan akan memulai proses pre-marketing. Perusahaan mengharapkan untuk memperoleh komitmen untuk proyek ini di tahun 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jababeka surya semesta internusa Kinerja Emiten bekasi fajar industrial estate puradelta lestari
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top