Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setop Jadwal Terbang, AirAsia Indonesia (CMPP) Andalkan Bisnis Carter

Corporate Secretary AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi menjelaskan bahwa perseroan memperpanjang masa penghentian sementara penerbangan rute domestik yang semula sampai dengan 21 April 2020 menjadi 7 Mei 2020 untuk rute Surabaya—Bali dan hingga 18 Mei 2020 untuk rute domestik lainnya.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 21 April 2020  |  18:36 WIB
Penumpang bersiap menaiki pesawat Air Asia, pada penerbangan perdana tujuan Pontianak-Kuching Malaysia di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (5 - 6).Antara/Muhammad Iqbal
Penumpang bersiap menaiki pesawat Air Asia, pada penerbangan perdana tujuan Pontianak-Kuching Malaysia di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (5 - 6).Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten penerbangan PT AirAsia Indonesia Tbk. mengandalkan pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal atau carter baik untuk penumpang maupun kargo di tengah penghentian sementara rute domestik perseroan karena mempertimbangkan penyebaran COVID-19.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/4/2020), Corporate Secretary AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi menjelaskan bahwa perseroan memperpanjang masa penghentian sementara penerbangan rute domestik yang semula sampai dengan 21 April 2020 menjadi 7 Mei 2020 untuk rute Surabaya—Bali dan hingga 18 Mei 2020 untuk rute domestik lainnya.

Indah menuturkan perpanjangan itu diputuskan setelah mempertimbangkan situasi pandemi COVID-19 dan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBBB) di beberapa wilayah Indonesia.

Emiten berkode saham CMPP itu akan terus memantau perkembangan situasi untuk sewaktu-waktu dapat kembali mengoperasikan penerbangan secara terbatas jika dinilai memungkinkan.

Dia mengungkapkan saat ini pendapatan utama perseroan berasal dari penerbangan charter baik untuk penumpang maupun kargo. Layanan penerbangan tidak berjadwal tersebut menurutnya akan terus dikembangkan.

“Sebagai upaya diversifikasi lini layanan bisnis atas penghentian layanan penerbangan berjadwal akibat pandemi COVID-19,” ujarnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (21/4/2020).

Indah menyebut perseroan masih melakukan penjualan tiket pesawat untuk layanan penerbangan berjadwal setelah April 2020. Perseroan terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan langkah antisipasi yang diperlukan untuk mempersiapkan dimulainya kembali layanan penerbangan sesegera mungkin setelah situasinya memungkinkan.

Dia menambahkan penghentian sementara rute penerbangan domestik berdampak terhadap kinerja keuangan perseroan. Hal itu khsususnya terhadap arus kas.

“Keadaan saat ini [COVID-19] sangat berdampak signifikan terhadap keuangan perusahaan terutama arus kas,” paparnya.

Dalam pemaparannya kepada otoritas BEI beberapa waktu lalu, CMPP menyebut pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap penurunan jumlah penumpang angkutan udara di Indonesia. Situasi ekonomi juga semakin menantang setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menembus Rp16.000.

Dengan mempertimbangkan faktor itu, CMPP terpaksa harus mengambil langkah untuk menutup rute penerbangan internasional dan domestik sementara sampai membaiknya situasi dan permintaan angkutan udara kembali normal. Kebijakan itu diperkirakan akan berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional dan keuangan semester I/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air asia Kinerja Emiten maskapai penerbangan
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top