Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dapat Dana dari REIT, Lippo Group Tambah Saham di Lippo Cikarang (LPCK) dan Siloam (SILO)

Hal ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk melepaskan aset-aset non-inti serta meningkatkan kepemilikan pada anak-anak perusahaan inti yang diperdagangkan dengan valuasi yang menarik.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 16 April 2020  |  10:20 WIB
CEO Lippo Karawaci John Riady (tengah) sedang memberikan paparan di kantor redaksi Bisnis Indonesia, Selasa 19 Maret 2019. - Bisnis/Arif Budisusilo
CEO Lippo Karawaci John Riady (tengah) sedang memberikan paparan di kantor redaksi Bisnis Indonesia, Selasa 19 Maret 2019. - Bisnis/Arif Budisusilo

Bisnis.com, JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk. melepaskan kepemilikan pada bisnis non-inti dan meningkatkan kepemilikannya di PT. Siloam Hospitals Tbk dan PT. Lippo Cikarang Tbk.

Perseroan menyatakan transaksi itu diselesaikan selama 1 bulan terakhir. Hal ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk melepaskan aset-aset non-inti serta meningkatkan kepemilikan pada anak-anak perusahaan inti yang diperdagangkan dengan valuasi yang menarik.

Memasuki kuartal II/2019, Lippo Karawaci telah melepaskan kepemilikannya di First REIT dari 10,5 persen yang telah menghasilkan dana lebih dari Rp850 miliar. Hal ini merupakan bagian dari strategi manajemen untuk melepaskan aset-aset non-strategis.

Penjualan telah selesai pada kuartal 1/2020 dan dari periode ini menghasilkan dana tunai sekitar Rp300 miliar.

Lippo Karawaci juga meningkatkan kepemilikannya di Siloam Hospitals sebesar 4,3 persen menjadi 55,4 persen. Dalam transaksi yang terpisah, LPKR juga meningkatkan kepemilikannya di Lippo Cikarang sebesar 3 persen menjadi 84 persen.

Perusahaan membeli saham Siloam Hospitals dengan diskon yang menarik untuk industri tersebut pada harga rata-rata enterprise value per earnings before interest, tax, depreciation, and amortization (EV/ EBITDA) selama 5 tahun terakhir.

Harga rata-rata akuisisi ini di bawah 9,5 kali EV/EBITDA, sementara untuk perusahaan-perusahaan sejenis secara historis diperdagangkan pada EV/EBITDA rata-rata lebih dari 20 kali

Untuk LPCK, diskon terhadap nilai aktiva bersih (net asset value/ NAV) pada harga rata-rata transaksi lebih dari 91 persen, yang merupakan diskon yang signifikan untuk rata-rata perusahaan-perusahaan sejenis.

Transaksi akuisisi saham Siloam adalah 70 juta saham dengan harga rata-rata Rp5.779. Adapun, akuisisi saham Lippo Cikarang adalah 80 juta saham dengan harga rata-rata Rp600. Kedua akuisisi saham diselesaikan dalam dua transaksi yang terpisah masing-masing selama 4 minggu terakhir.

Kedua transaksi tersebut dibiayai dengan kelebihan dana tunai yang dihasilkan dari divestasi kepemilikan First REIT. Total pengeluaran dana tunai tersebut mecapai Rp452,5 miliar.

CEO LPKR John Riady menuturkan bahwa langkah ini merupakan rencana perseroan untuk fokus pada bisnis properti dan layanan kesehatan sebagai bisnis inti. Meningkatkan kepemilikan saham di anak usaha juga dinilai langkah tepat di tengah situasi pasar seperti saat ini.

“Pada masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, analisa kami secara internal menunjukkan bahwa tindakan yang paling bijaksana adalah menghemat dana tunai atau sedikit demi sedikit meningkatkan kepemilikan kami di anak-anak perusahaan bisnis utama kami,” jelasnya melalui siaran pers, Kamis (16/4/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lippo group lippo karawaci aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top