Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Merosot ke Level 4.625, Sektor Aneka Industri Paling Lesu

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.625,9 dengan penurunan tajam 1,71 persen atau 80,59 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terguling ke zona merah dan berakhir merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan hari ini, Rabu (15/4/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.625,9 dengan penurunan tajam 1,71 persen atau 80,59 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (14/4/2020), IHSG mampu menembus level 4.700 dengan ditutup menanjak 1,79 persen atau 82,60 poin ke level 4.706,49.

Sebelum tergelincir dan berakhir merosot, indeks terpantau sempat memperpanjang penguatannya hingga ke level 4.747. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 4.605,05-4.747,72.

Sebanyak 9 dari 10 sektor dalam IHSG menetap di wilayah negatif, dipimpin aneka industri (-2,6 persen), infrastruktur (-2,35 persen), dan properti (-2 persen). Satu-satunya sektor yang berakhir positif adalah pertanian (+0,12 persen).

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 4,8 persen dan 4 persen menjadi penekan utama turunnya IHSG.

Menurut Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher, pergerakan IHSG masih dibayangi perkembangan terkait penyakit virus corona (Covid-19) yang semakin mengkhawatirkan dari dalam negeri.

Sebagai informasi, pemerintah mencatat total pasien terkonfirmasi Covid-19 bertambah menjadi 5.136 kasus hingga Rabu (15/4/2020). Di antara jumlah tersebut, 469 pasien meninggal dunia dan 446 pasien dinyatakan telah sembuh.

“Rilis neraca perdagangan yang surplus sesuai dengan ekspektasi pasar tak akan berpengaruh banyak,” lanjut Dennies.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini melaporkan neraca perdagangan Maret 2020 mengalami surplus US$743 juta. Kondisi surplus ini dipicu oleh posisi ekspor yang lebih besar dari impor pada Maret ini.

Untuk nilai ekspor, Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan angkanya mencapai US$14,09 miliar atau meningkat 0,23 persen dari bulan sebelumnya.

Adapun nilai impor pada Maret 2020 mencapai US$13,35 miliar dollar AS. Posisi ini meningkat 15,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Senada, Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan pergerakan IHSG sudah naik dan mengantisipasi rilis keputusan suku bunga oleh Bank Indonesia dan neraca dagang hari ini.

“Setelah semua berita keluar, wajar terjadi profit taking,” tuturnya kepada Bisnis.

Seperti diberitakan, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 13-14 Maret 2020 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan, 7-Day Reverse Repo Rate, di level 4,50 persen.

Selain itu, BI memutuskan untuk menahan suku bunga Deposit Facility di level 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,25 persen.

Kurs rupiah pun berhasil unjuk gigi melawan penguatan dolar AS. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 70 poin atau 0,45 persen ke level Rp15.575 per dolar AS, saat indeks dolar AS melaju positif.

Menemani IHSG, sejumlah indeks saham lain di Asia juga berakhir di zona merah hari ini, di antaranya indeks Nikkei 225 Jepang (-0,45 persen), Hang Seng Hong Kong (-1,31 persen), dan S&P/ASX 200 Australia (-0,39 persen).

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing ditutup melemah 0,57 persen dan 0,74 persen. Koreksi juga dialami indeks saham lain di Asia Tenggara, yakni FTSE Straits Times Singapura (-1,32 persen) dan indeks SET Thailand (-1,14 persen).

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific naik tipis 0,1 persen, futures S&P 500 Amerika Serikat melemah 0,7 persen, dan indeks Stoxx Europe 600 turun 0,2 persen pukul 8.10 pagi waktu London, saat investor mencermati serangkaian laporan keuangan perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini benar-benar akan menjadi panduan ke depan,” ujar Erin Gibbs, Presiden dan CEO di Gibbs Wealth Management LLC., dikutip dari Bloomberg.

“Yang benar-benar akan kita cari adalah, apakah perusahaan-perusahaan memberi gambaran tentang kapan mereka pikir akan kembali membukukan profitabilitas, atau, apakah mereka berbicara tentang lebih banyak PHK?” jelasnya.

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

Penurunan (persen)

BBRI

-4,8

TLKM

-4,0

HMSP

-4,7

BMRI

-3,7

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

STTP

+19,8

RMBA

+19,5

TCPI

+6,9

ULTJ

+8,7

Sumber: BEI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper