Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Musim Lapkeu di AS Tiba, Bursa Asia Diperkirakan Bervariasi

Seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (14/4/2020), Indeks berjangka di Jepang menunjukkan kenaikan yang moderat. Sementara itu, pasar saham di Hongkong dan Australia baru akan kembali buka setelah libur Paskah.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 14 April 2020  |  07:30 WIB
Bursa Tocom - Akio/Bloomberg
Bursa Tocom - Akio/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia bersiap untuk bergerak bervariasi pada Selasa ini, seiring dengan semaking tingginya ketidakpastian akibat pandemi corona alias Covid-19 yang mengguncang ekonomi global. Di saat bersamaan, musim laporan keuangan juga telah tiba.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (14/4/2020), Indeks berjangka di Jepang menunjukkan kenaikan yang moderat. Sementara itu, pasar saham di Hongkong dan Australia baru akan kembali buka setelah libur Paskah.

Di bursa Amerika Serikat indeks S&P500 ditutup melemah dah tengah menghadapi ujian di level 2.800, sedangkan Nasdaq berhasil naik. Adapun indeks berjangka AS mencatatkan hasil lebih tinggi di perdagangan Asia. Sementara US Treasury dan dollar juga melemah.

Di sisi lain, minyak berfluktuasi karena investor masih mempertimbangkan apakah kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh produsen terbesar dunia untuk memangkas produksi dapat menstabilkan pasar.

Di tengah musim laporan keuangan yang dimulai pekan ini, para trader terus berusaha mengasah instingnya untuk memprediksi akan sejauh apa dampak pandemi terhadap profit perusahaan global. Melihat perkembangan pandemi di seluruh dunia yang makin menggila, investor makin meraba-raba.

Chief Investment Strategist Oppenheimer & Co. John Stoltzfus menyebut kondiri ini sebagai sebuah kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mana social distancing, penutupan berbagai tempat, dan imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah kian meningkatkan ketidakpastian.

"Perusahaan-perusahaan, analis, trader, investor, dan ahli strategi saat ini 'terbang memasuki musim pendapatan tanpa punya pegangan instrumen',” ujar Stoltzfus

Beberapa yang menjadi fokus pada pekan ini antara lain bank-bank AS dan perusahaan keuangan mulai melaporkan pendapatan kuartal pertama, dipimpin oleh JPMorgan, Citigroup, Bank of America, BlackRock, Goldman Sachs, dan Wells Fargo.

Kemudian di Asia, Indonesia tengah menunggu kebijakan soal suku bunga oleh Bank Indonesia, pada Selasa ini.

Untuk hari Rabu, Korea Selatan direncakan bakal mengadakan pemilihan parlemen, sedangkan Bank of Canada memiliki keputusan tingkat suku bunga. Di hari yang sama data penjualan ritel AS siap untuk jatuh pada bulan Maret.

Adapun pada Jumat mendatang, China bakal merilis PDB, produksi industri, dan penjualan ritel dan angka pengangguran.

Berikut data pasar yang perlu dicermati:

Bursa
- Indeks berjangka S&P 500 naik 0,4% pada 7:41 di Tokyo.
- S&P 500 turun 1% pada hari Senin
- Indeks berjangka Nikkei 225 naik 0,4%.

Mata uang
- Indeks Spot Dollar Bloomberg naik 0,1%.
- Euro sedikit berubah pada US$1,0913.
- Yen Jepang terapresiasi 0,1% menjadi 107,72 per dolar.

Obligasi
- Imbal hasil pada obligasi 10-tahun naik lima basis poin menjadi 0,77% pada Senin.

Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,9% menjadi US$22,83 per barel.
- Emas stagnan di US$1.715 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top