Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumlah Korban Covid-19 Melandai, Wall Street Melonjak 7 Persen Lebih

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/4/2020) setelah optimisme menurunnya angka kematian dilaporkan di beberapa hot spot virus corona dunia.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 April 2020  |  05:52 WIB
Trader di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS pada 3 Mei 2019./ REUTERS - Brendan McDermid
Trader di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS pada 3 Mei 2019./ REUTERS - Brendan McDermid

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/4/2020) setelah optimisme menurunnya angka kematian dilaporkan di beberapa hot spot virus corona dunia.

Dikutip dari Bloomberg, ketiga indeks utama AS melonjak lebih dari 7 persen setelah angka kematian negara bagian New York jatuh untuk pertama kalinya. Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia melihat tanda-tanda pandemi mulai mendatar.

Indeks S&P 500 ditutup menguat 7,03 persen atau 175,03 poin ke level 2.663,68. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat7,73 persen k elevel 22.679,99, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 540,16 poin atau 7,33 persen kelevel 7.913,24.

Saham Boeing Co. menjadi pendorong terbesar indeks setelah ditutup menguat 19,47 persen, sedangkan saham American Express Co. menguat 13,95 persen.

"Anda tidak dapat mengatakan bahwa kondisi pasti membaik, tetapi tampaknya itu adalah pertanda baik," kata Mark Heppenstall, kepala investasi di Penn Mutual Asset Management, yang mengelola dana hingga $ 28 miliar.

Menurutnya, nada optimis di pasar masih tetap terbagi di antara para investor. Dalam pandangan bullish, sejumlah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sekarang memperlambat tingkat kematian di beberapa negara besar, memberikan dampak positif.

Adapun, pandangan bearish investor karena mengkhawatirkan penyebaran penyakit yang berkelanjutan, data ekonomi yang suram, dan meningkatnya biaya perusahaan dari pandemi dan penutupan berikutnya.

Kepala Strategi Investasi Oppenheimer & Co. John Stoltzfus, kepala strategi investasi di Oppenheimer & Co. melihat untuk saat ini pasar kemungkinan akan tetap menjadi sandera pada berita tentang berapa lama untuk 'kembali ke bisnis' dan 'kehidupan yang baik'.

"Kami melihat pasar melanjutkan perdagangan dengan kombinasi rasa takut, faktor teknis, dan harapan menyedihkan dengan fundamental yang diselimuti oleh ketidakpastian yang ditimbulkan oleh virus berbahaya," ujarnya

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top