Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Terangkat Harga Minyak, Tekanan Kembali Membayangi Bursa Eropa

Bursa Eropa diramalkan cenderung kembali mengalami tekanan dengan meningkatnya presentase kasus kematian akibat virus corona di sejumlah negara di Eropa.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 April 2020  |  13:05 WIB
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Eropa diramalkan cenderung kembali mengalami tekanan dengan meningkatnya presentase kasus kematian akibat virus corona (COVID-19) di sejumlah negara Eropa.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan pada pekan ini pergerakan bursa Eropa cukup berfluktuasi setelah terangkat oleh kenaikan harga minyak. Namun, besarnya data kasus COVID-19 di Italia, Spanyol, Jerman, dan Prancis berpotensi menekan pergerakan pasar keuangan.

Pasalnya, besarnya kasus COVID-19 di Italia, Spanyol, dan Prancis diikuti angka persentase kematian yang cukup tinggi di atas 10%. Negeri Pizza, Italia, sebutnya, cukup memberikan harapan setelah data kasus baru mulai menunjukan kurva penurunan.

“Tetapi masih cukup awal menyimpulkan bahwa COVID-19 akan segera berlalu dari Negara tersebut. Data ekonomi yang dirilis juga mengkonfirmasi dampak COVID-19 terhadap perekonomian. Sebagian saham industri keuangan mengalami tekanan akibat menunda dan membatalkan pembagian dividen dan akan memilih melakukan buyback saham mengikut anjuran Bank Sentral Eropa (ECB),” jelasnya melalui riset yang dikutip Sabtu (4/4/2020).

ECB telah menganjurkan agar uang tunai yang dihasilkan harus digunakan untuk menopang perekonomian kawasan tersebut. Alhasil selama jangka pendek terutama dalam periode ketidakpastian pelaku pasar akan lebih mementingkan kas.

Hans memprediksikan pelaku pasar akan lebih memilih menjual aset berisiko dan memegang kas. Secara jangka panjang strategi buyback memang akan menguntungkan perusahaan dan pemegang saham.

“Namun, Kami pikir pasar Eropa cenderung fluktuasi cenderung tertekan,” tekannya.

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi juga menyebutkan bursa saham Eropa pada akhir pekan ini dibuka melemah. Menyusul Indeks Eurostoxx turun 0,85 persen, FTSE turun 1,10 persen dan DAX turun 0,67 persen. Penurunan itu melemah mendekati sepersen awal perdagangan akhir pekan terseret oleh perusahaan asuransi dan energi.

“Pada awal pekan depan Investor masih akan terfokus pada prospek perkembangan dunia melawan krisis kesehatan dan langkah apa lagi yang dikeluarkan para pembuat kebijakan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top