Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penguatan Dolar AS jadi Fokus Utama Pasar Uang dan Komoditas

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan bahwa kinerja dolar AS masih berpotensi untuk bergerak solid dalam jangka pendek di tengah tingginya permintaan pasar terhadap mata uang paling likuid di dunia tersebut.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 02 April 2020  |  11:03 WIB
Poundsterling. - Reuters
Poundsterling. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Tren penguatan dolar AS masih menjadi penggerak utama pasar pada perdagangan hari ini, Kamis (2/4/2020). Selain itu, data pengangguran AS yang akan rilis pada hari ini juga akan menjadi fokus pasar, untuk menentukan arah pergerakan dolar AS selanjutnya.

Pada perdagangan Kamis (2/4/2020) pukul 10.50 WIB, indeks dolar AS terkoreksi tipis 0,06 persen menjadi 99,612. Indeks dibuka di level 99,525, dan masih menguat 3,22 persen sepanjang tahun berjalan.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan bahwa kinerja dolar AS masih berpotensi untuk bergerak solid dalam jangka pendek di tengah tingginya permintaan pasar terhadap mata uang paling likuid di dunia tersebut.

Investor masih melakukan likuidasi aset-asetnya untuk berpihak kepada dolar AS karena dianggap menjadi aset paling aman di tengah pandemi COVID-19 yang tidak kunjung reda.

“Selain itu, fokus pasar juga akan tertuju ke data klaim pengangguran AS yang diperkirakan lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang juga menjadi penentu arah dolar AS,” tulis Faisyal seperti dikutip dari publikasi risetnya, Kamis (2/4/2020).

Berikut proyeksi pergerakan pasar mata uang utama dan beberapa komoditas di tengah potensi penguatan greenback:

Emas
Harga emas berpeluang melemah dalam jangka pendek di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan akan menguji level support di US$1.580-US$1.570 per troy ounce. Namun, jika dolar berbalik melemah saat rilis data ekonomi AS maka harga emas berpeluang naik untuk menguji level resisten di US$1.690 - US$1.700 per troy ounce.

Minyak
Harga minyak berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek menguji level resisten US$21,9-US$23 per barel di dukung rencana Presiden AS Donald Trump untuk bertemu dengan beberapa pemimpin perusahaan minyak terbesar di AS guna membahas langkah-langkah dalam mengatasi penurunan harga.

Tidak hanya itu, Rusia yang sebelumnya tengah perang harga dengan Arab Saudi juga mengatakan untuk tidak akan meningkatkan produksinya dan mendukung penguatan harga minyak.

Namun, jika pasar kembali mengkhawatirkan sentimen perlambatan permintaan maka harga minyak berpotensi bergerak turun untuk menguji level support di US$20,5-US$19,3 per barel.

EUR/USD
EUR/USD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena dolar AS yang menguat dan menguji level support di US$1,0900-US$1,0840 per euro. Pasangan EUR/USD berpotensi membatasi penurunan dan dapat berbalik naik untuk menguji level resisten di US$1,1000 - US$1,1060 per euor jika data PPI Zona Euro yang dirilis pukul 16:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

GBP/USD
GBP/USD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek dipicu kekhawatiran pasar terhadap peningkatan kasus virus corona di Inggris dan outlook no-deal Brexit.Pound sterling menguji level support di US$1,2320-US$1,2240 per pound sterling. Jika bergerak naik, level resisten berada di US$1,2460- US$1,2550 per pound sterling.

USD/JPY
Selama masih dominannya sentimen hindar aset berisiko, dan menguatnya dolar AS berpeluang memicu kenaikan pada pasangan USD/JPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 107,80- 108,60 yen per dolar AS. Namun, jika bergerak turun, level support berada di 106,80 - 106 yen per dolar AS.

AUD/USD
AUD/USD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di US$0,6040 - US$0,6000 per dolar Australia di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan hindar aset berisiko. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di US$0,6140 - US$0,6180 per dolar Australia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Minyak dolar as mata uang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top