Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bursa Asia Berfluktuasi, Penguatan IHSG Menipis di Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 0,36 persen atau 16,41 poin ke level 4.555,34 pada akhir perdagangan sesi I.
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  menipis pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (1/4/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 0,36 persen atau 16,41 poin ke level 4.555,34 pada akhir perdagangan sesi I. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.510,88-4.627,42.

Indeks sempat mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan 0,19 persen atau 8,72 poin ke level 4.530,21 pada pukul 09.01 WIB.

IHSG kembali menguat setelah pada perdagangan Selasa (31/3/2020) ditutup melonjak 2,82 persen atau 124,43 poin ke level 4.538,93.

Sebanyak 3 sektor IHSG menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri yang menguat 1,21 persen. Empat sektor melemah, dipimpin oleh sektor perdagangan dengan penurunan 0,49 persen. Sementara itu, dua sektor stagnan.

Hingga akhir sesi I, tercatat 187 saham menguat, 173 melemah 326 saham lainnya stagnan. Hingga siang ini, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp71,07 miliar.

Saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatat penguatan terbesar dengan lonjakan hingga 20,91 persen, disusul saham PT Barito Pacific Tbk yang melonjak 16,55 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen

Dengan demikian, inflasi tahun kalender Maret 2020 sebesar 0,76 persen (year to date/ytd). Sementara itu, inflasi tahunan Maret 2020 sebesar 2,96 persen (year on year/yoy).

“Dari angka ini, saya ambil kesimpulan inflasi Maret 2020 cukup terkendali,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto, Rabu (1/4/2020).

IHSG menguat di saat bursa saham lainnya di Asia bergerak fluktuatif, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 melemah masing-masing 1,37 persen dan 1,87 persen. Sementara itu, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,69 persen dan 0,3 persen.

Dilansir Bloomberg, bursa Asia bergerak variatif pada perdagangan hari ini di tengah kekhawatiran investor terhadap lonjakan jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan datangnya periode "menyakitkan" dalam dua minggu ke depan, dengna kasus COVID-19 di New York melonjak hingga 9.000.

"Di AS, data masih cukup mengkhawatirkan dan puncaknya mungkin terjadi dalam beberapa minggu ke depan," ungkap Bob Parker, anggota komite investasi di Quilvest Wealth Management, seperti dikutip Bloomberg.

"Data ekonomi jelas mulai membaik di China pada Maret setelah Januari dan Februari yang sangat lemah."

Indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) sektor manufaktur di China melonjak ke level 50,1 yang menandakan ekspansi pada bulan Maret 2020. Angka ini jauh melebihi ekspektasi sebesar 45,5 dan melonjak dari posisi bulan sebelumnya di level 40,3.

Namun, aktivitas manufaktur di negara lain mencatatkan kontraksi. Berdasarkan data IHS Markit, indeks PMI Jepang anjlok ke level 44,8, sedangkan PMI Korea Selatan turun ke 44,2, level terburuk sejak krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu.

Di Asia Tenggara, angka PMI Filipina turun menjadi 39,7, terendah sepanjang sejarah, sedangkan Vietnam merosot ke 41,9. Sementara itu PMI Indonesia turun ke posisi 45,3 bulan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper