Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Naik 2,82 Persen, Sektor Barang Konsumsi Pimpin Penguatan

IHSG ditutup di level 4.538,93 pada perdagangan Selasa (31/3/2020) dengan kenaikan sebesar 2,82 persen atau 124,43 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  16:32 WIB
Karyawan menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses bangkit dari pelemahannya bahkan berakhir melonjak hampir 3 persen pada perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.538,93 dengan kenaikan sebesar 2,82 persen atau 124,43 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (30/3/2020), IHSG ditutup di level 4.414,5 dengan penurunan tajam 2,88 persen atau 131,07 poin.

Indeks mulai bangkit ke zona hijau langsung dengan lonjakan sekitar 2 persen pada awal perdagangan Selasa (31/3/2020). Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 4.416,49 – 4.569,47.

Seluruh 10 sektor menetap di wilayah positif, dipimpin barang konsumsi (+6,26 persen), perdagangan (4,98 persen), dan industri dasar (+4,03 persen).

Sementara itu, bursa saham di Asia berakhir variatif. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup melorot 2,26 persen dan 0,88 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia pun anjlok 2,02 persen.

Sebaliknya, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,11 persen dan 0,33 persen, indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,85 persen, indeks Taiex Taiwan menguat 0,82 persen, bahkan indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,19 persen.

Penguatan juga dialami indeks saham lain di Asia Tenggara, seperti FTSE Straits Times Singapura (2,2 persen), indeks FTSE KLCI Malaysia (+1,41 persen), dan SET 50 Thailand (3,72 persen).

Secara keseluruhan, pasar saham global dipengaruhi keraguan investor soal penguatan bursa global di tengah penyebaran virus corona (Covid-19).

Aktivitas manufaktur China dilaporkan mengalami rebound pada Maret. Capaian ini menandakan bahwa ekonomi terbesar kedua dunia itu kembali pulih setelah menghadapi ancaman merosotnya permintaan global.

Biro Statistik Nasional (NBS) China merilis Purchasing Managers’ Index (PMI) naik ke angka 52,0 pada Maret 2020 dari rekor terendah 35,7 pada Februari. PMI di atas 50 menandakan perbaikan kondisi. Adapun, indeks yang mencakup layanan dan konstruksi di Negeri Panda tersebut berada di 52,3.

Kendati demikian, pasar ekuitas global tetap berada di jalur kuartal terburuknya sejak kuartal terakhir 2008 karena investor bergulat dengan dampak ekonomi dari penyebaran virus corona.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengindahkan nasihat dari pakar medis pemerintahannya bahwa membuka kembali AS dalam dua pekan berisiko kehilangan lebih banyak nyawa. Lebih banyak negara bagian AS pula yang mengeluarkan perintah untuk tidak keluar dari rumah.

“Kita tidak tahu berapa lama lockdown atau stasis ekonomi dunia akan terjadi,” ujar Toby Lawson, kepala pasar global di Societe Generale Securities Australia kepada Bloomberg TV.

“Akan terlalu dini untuk mengatakan bahwa kita telah melihat titik terbawah (bottom),” tambahnya.

Meski peningkatan aktivitas manufaktur mengindikasikan sentimen yang lebih baik di pabrik-pabrik China, jumlah produksi tetap jauh dari normal. China diperkirakan masih akan mengalami kontraksi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kuartal ini.

Di sisi lain, para pedagang terus mencari titik terang sentimen yang membantu seperti upaya beberapa perusahaan perawatan kesehatan untuk dapat menghasilkan produk yang membantu mencegah wabah corona.

Saham Johnson & Johnson melonjak setelah raksasa farmasi ini mengatakan akan memulai upaya bernilai lebih dari US$1 miliar dengan pemerintah AS untuk membuat vaksin virus corona.

Bersama IHSG, nilai tukar rupiah juga berhasil rebound dan ditutup terapresiasi 27 poin atau 0,17 persen ke level Rp16.310 per dolar AS, setelah melemah 1,04 persen ke level Rp16.337 pada perdagangan Senin (30/3/2020).

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

UNVR

+12,8

BRPT

+20,8

UNTR

+17,2

KLBF

+14,8

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

Penurunan (persen)

TPIA

-2,8

BYAN

-4,6

BTPS

-6,6

POLL

-0,9

Sumber: BEI

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top