Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba Gudang Garam (GGRM) Membumbung 39,64 Persen

Perseroan berkode saham GGRM tersebut berhasil mencetak pertumbuhan laba 39,64 persen, dari Rp7,79 triliun menjadi Rp10,88 triliun pada tahun lalu.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  06:08 WIB
Pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur - Antara/Arief Priyono
Pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur - Antara/Arief Priyono

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk. membukukan kinerja moncer sepanjang 2019.

Dikutip dari publikasi laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2019 di harian Bisnis Indonesia, Senin (30/3/2020), perseroan berkode saham GGRM tersebut berhasil mencetak pertumbuhan laba 39,64 persen, dari Rp7,79 triliun menjadi Rp10,88 triliun pada tahun lalu.

Pertumbuhan laba ini disumbang oleh kenaikan pendapatan pada tahun 2019 menjadi Rp110,52 triliun, naik 15,48 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp95,71 triliun.

Meski biaya pokok penjualan dan beban usaha perseroan sama-sama naik masing-masing Rp87,74 triliun dan Rp7,99 triliun, tetapi Gudang Garam berhasil menambah pundi-pundi uangnya dari pendapatan lainnya menjadi Rp327,43 miliar, naik 131,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika menghitung pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR), laba bersih Gudang Garam selama tiga tahun terakhir adalah 11,96 persen. Adapun, pertumbuhan majemuk tahunan dari komponen pendapatan perseroan selama tiga tahun terakhir adalah 9,88 persen.

Dengan demikian, produsen rokok GG Mild ini akan membagikan laba per saham atau earning per share dari Rp4.050 pada tahun 2018, meningkat menjadi Rp5.655 pada tahun 2019.

Perseroan pun berhasil menjaga kenaikan liabilitas dan ekuitasnya di bawah 20 persen masing-masing menjadi Rp27,72 triliun dan Rp50,93 triliun. Karena itu, total aset Gudang Garam meningkat 13,82 persen dari Rp69,10 triliun menjadi Rp78,65 triliun pada tahun 2019.

Meski harus menelan rugi laba kurs atas kas dan setara kas sebesar Rp6,74 miliar, tetapi kenaikan bersih kas dan setara kas perseroan meningkat menjadi Rp1,84 triliun. Walhasil, kas dan setara kas akhir tahun 2019 perseroan naik 114,35 persen menjadi Rp3,45 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gudang garam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top