Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumlah Kasus Corona AS Terbanyak, Wall Street Terbakar

Berdasarkan data worldometers.info, Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia dengan pasien positif sebanyak 103.729 orang.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 28 Maret 2020  |  08:06 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat memerah pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2020) setelah mengalami reli tercepat dalam sembilan dekade terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 4,06 persen atai 915,39 poin ke level 21.636,78. Indeks S&P 500 terkoreksi 88,60 poin atau 3,37 persen ke angka 2.541,47.

Nasdaq Composite Index tak luput dari pelemahan dengan penurunan sebesar 295,16 poin atau 3,79 persen ke level 7.502,38. Nyse Composite Index turun 349,07 poin atau 3,31 persen ke level 10.187,21.

Sementara, S&P/TSK Composite Index berada di level 12.687,74, terkoreksi 5,11 persen atau 683,43 poin.

Investor telah kembali ke pasar saham menyusul spekulasi paket bantuan fiskal senilai dari pemerintah AS senilai US$2 triliun untuk menanggulangi dampak virus corona terhadap perekonomian, namun sebagian pihak khawatir bahwa reli yang terjadi hanya merupakan rebound semu.

Sudah jelas bahwa virus corona atau Covid-19 telah menghentikan kegiatan ekonomi, dengan klaim pengangguran baru melonjak di atas 3 juta karena sebagian besar wilayah di AS mengalami lockdown untuk memperlambat penyebaran virus.

"Kegembiraan pasar muncul karena paket stimulus ini, tetapi kita tidak bisa melupakan fakta bahwa kita belum selesai," kata Kevin Caron, manajer portofolio Washington Crossing, seperti dikutip Bloomberg.

"Data ekonomi akan terlihat sangat buruk beberapa bulan ke depan," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data worldometers.info, Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia dengan pasien positif sebanyak 103.729 orang dan total meninggal dunia sebanyak 1.693 jiwa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wallstreet bursa amerika Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top