Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perundingan RUU Berujung Voting, Wall Street Mixed

Mayoritas bursa saham Amerika Serikat berakhir menguat pada perdagangan Rabu (25/3/2020), setelah negosiasi mengenai RUU stimulus AS di Kongres berlanjut menuju pemungutan suara pada akhir pekan ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  06:05 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa saham Amerika Serikat berakhir menguat pada perdagangan Rabu (25/3/2020), setelah negosiasi mengenai RUU stimulus AS di Kongres berlanjut menuju pemungutan suara pada akhir pekan ini.

Indeks Dow Jones Industria Average ditutup menguat 2,39 persen atau 495,64 poin ke level 21.200,55, sedangkan indeks S&P 500 menguat 1,15 persen atau 28,23 poin ke level 2.475,56. Di sisi lain, indeks Nasdaq melemah 0,45 persen atau 33,56 poin ke level 7.384,30.

Indeks Boeing menjadi pendorong utama indeks Dow Jones setelah ditutup melonjak 24,32 persen. Sementara  itu, saham American Express Co menguat 7,28 persen.

Indeks S&P 500 sempat menguat hingga 5 persen sebelum kembali mereda menyusul perselisihan di Kongres AS mengenai RUU stimulus.

Senator Republik mengajukan keberatan atas bagian tunjangan pengangguran dari RUU stimulus, sedangkan Senator Vermont, Bernie Sanders, mengancam akan menegakkan undang-undang kecuali keberatan tersebut dibatalkan.

"Meskipun detail pasti masih belum terlihat, paket dukungan stimulus akan membantu meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan hasil ekonomi terburuk bagi individu dan perusahaan," kata Oliver Blackbourn, manajer portofolio di Janus Henderson Investors, seperti dikutip Bloomberg.

“Investor perlu tetap waspada terhadap laju pertumbuhan kasus virus corona dan bagaimana tanggapan pemerintah ke depan. Meskipu kebijakan tampaknya telah mengurangi tekanan terhadap ekonomi, hanya data kesehatan yang lebih baik yang bisa menghilangkannya,” lanjutnya.

Senat berencana mengadakan pemungutan suara pada Rabu terhadap paket bantuan stimulus senilai lebih dari US$2 triliun. Draf stimulus terbaru mencakup pinjaman dan bantuan untuk perusahaan besar, serta negara bagian dan kota senilai sekitar US$500  miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as bursa global
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top