Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun, Simak Kuponnya

Obligasi rencananya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 Maret 2020.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  06:19 WIB
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - Istimewa
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menerbitkan obligasi dengan total nilai Rp1,5 triliun dengan tingkat kupon tetap 6,25 persen dan 7,75 persen sebagai upaya perseroan untuk refinancing.

Perseroan mengumumkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Tower Bersama Infrastructure Tahap IV Tahun 2020 (“Obligasi TBIG III Tahap IV”) pada Selasa (24/3/2020) kemarin. Adapun obligasi rencananya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 Maret 2020.

Total penerbitan obligasi tercatat sebesar Rp1,5 triliun yang terdiri dari Rp633 miliar pada tingkat kupon tetap 6,25 persen untuk tenor 370 hari dan Rp867 miliar pada tingkat kupon tetap 7,75 persen untuk tenor 3 tahun.

Kemudian, pembayaran kupon untuk obligasi ini akan dilakukan setiap kuartal. Obligasi TBIG III Tahap IV adalah setara kewajiban senior tanpa jaminan khusus dari TBIG dan telah memperoleh peringkat AA- dari Fitch Indonesia.

CFO TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan penggunaan dana dari penawaran ini akan digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban finansial dari entitas anak perseroan, khususnya Fasilitas Pinjaman Revolving US$375 juta dari fasilitas kredit yang ada.

Tercatat, per 30 September 2019, total pinjaman perseroan jika pinjaman dalam mata uang US Dollar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp21,12 miliar dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp13,18 miliar.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp333 miliar, kata Helmy, maka total pinjaman bersih (menjadi Rp20,79 miliar dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp12,85 miliar.

Kemudian jika menggunakan EBITDA triwulan ketiga 2019 yang disetahunkan, maka rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 3,2 kali dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 5,1 kali.

Helmy mengatakan karena dana yang terkumpul dari obligasi akan digunakan untuk membayarkan pinjaman yang ada, maka Obligasi TBIG III Tahap IV ini tidak memberikan pengaruh kepada leverage perseroan.

Menurutnya, leverage TBIG saat ini masih jauh di bawah pembatasan obligasi mereka untuk tidak lebih tinggi dari 6,25 kali untuk rasio total pinjaman yang diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan.

“Di tengah ketidakpastian keadaan pasar saat ini, kami sangat bahagia dapat secara sukses memasuki pasar obligasi Rupiah dengan harga yang kompetitif,” imbuhnya.

CEO TBIG Hardi Wijaya Liong menambahkan bahwa saat ini perseroan memiliki struktur utang yang sangat kuat, dengan utang yang sepenuhnya terlindung nilai, jangka panjang dan masih banyak ketersediaan komitmen yang belum digunakan.

“Obligasi TBIG III Tahap IV mendiversifikasi dan memperkuat struktur permodalan kami," tambah Hardi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi tower bersama aksi emiten
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top