Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 19 Maret: IHSG Anjlok, Rupiah di Ambang Rp16.000 per Dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah tekanan yang dialami pasar global akibat wabah penyakit virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  19:30 WIB
Foto multiexposure karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Foto multiexposure karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah tekanan yang dialami pasar global akibat wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Sementara itu, bursa Asia terguling lebih lanjut, terlepas dari meningkatnya upaya pemerintah negara-negara di dunia untuk menopang ekonomi yang terdampak corona.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (19/3/2020):

BI Pangkas Bunga Lagi, Kok IHSG dan Rupiah Tak Bergairah?

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tajam 5,20 persen atau 225,25 poin di level 4.105,42.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing turun 7 persen dan 6,69 persen menjadi penekan utama atas pelemahan yang dialami IHSG.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya dan berakhir di level 15.913 dengan pelemahan tajam 690 poin atau 4,53 persen, depresiasi hari ketujuh beruntun sejak perdagangan 11 Maret.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, pelemahan rupiah terjadi seiring tingginya tekanan ketidakpastian yang dialami investor di seluruh dunia. 

Gejolak Pasar Sulut ‘Cash Crunch’, Bursa Asia Terguling

Pada dasarnya, penurunan bursa saham di Asia mengikuti kemerosotan indeks Dow Jones Industrial Average sebesar lebih dari 1.300 poin atau 6,3 persen pada Rabu (18/3/2020), yang kini telah hampir menghapus seluruh kenaikan yang dicatatkannya sejak Presiden Donald Trump menjabat.

Investor tetap bergulat dengan ketidakpastian tentang seberapa buruknya ekonomi terpukul, berapa banyak laba perusahaan yang akan dihasilkan, dan berapa banyak perusahaan yang bangkrut karena krisis uang tunai (cash crunch).

“Kekacauan ini menciptakan 'cash crunch', yang menempatkan tekanan pada lembaga-lembaga keuangan,” ujar Jackson Wong dari Amber Hill Capital di Hong Kong.

IHSG Masih Bearish, Bagaimana Anjuran Transaksi Saham?

Kebijakan penghentian pasar modal sementara dan skema auto reject asimetris belum mampu membendung eksodus dana-dana investor.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Liza Camelia tetap menyarankan beli di saat bearish seperti ini. Menurutnya, investor bisa melakukan beli bertahap dari 10 persen dana trading yang dimiliki.

“Ini adalah momentum tepat untuk membeli karena RSI sudah memasuki area jenuh jual. Baik itu pembelian untuk short term atau pun long term,” ujarnya.

Produksi Emas Melejit, Pendapatan Merdeka Copper (MDKA) Naik 36 Persen

Emiten pertambangan PT Merdeka Copper Gold Tbk. berhasil membukukan kenaikan pendapatan pada 2019 hingga 36 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan, perseroan mencatatkan pendapatan sepanjang 2019 sebesar US$402,03 juta, naik 36 persen daripada perolehan 2018 sebesar US$293,8 juta.

Sejalan dengan pendapatan yang tinggi tersebut, perseroan juga mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan dari US$155,12 juta pada 2018, menjadi US$246,59 juta atau naik 58 persen.

Mata Uang Asia Kompak Melemah, Investor Ramai Borong Dolar AS

Dolar AS saat ini naik ke level tertinggi sejak 2017 seiring dengan kecenderungan investor untuk menjual semua aset lain, termasuk rupiah.

Pembuat kebijakan mulai dari Jepang hingga Australia pun telah bertindak untuk membendung pelemahan nilai tukar mata uangnya di pasar spot.

Manajer Portofolio Nikko Asset Management Sydney Chris Rands mengatakan bahwa semua aset berisiko maupun safe haven dijual oleh investor. Mata uang Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan yang merupakan mata uang paling likuid di Asia Pasifik pun saat ini telah jatuh.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak April 2020 terpantau menanjak 10,70 poin atau 0,72 persen ke level US$1.488,60 per troy ounce pukul 15.51 WIB, setelah berakhir terjerembap 3,14 persen di level 1.477,90 pada Rabu (18/3/2020).

Seiring dengan pergerakan emas, indeks dolar AS naik 0,16 persen atau 0,164 poin ke posisi 101,32, setelah ditutup merosot 1,59 persen di posisi 101,16 pada Rabu.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta berkurang Rp12.000 ke level Rp814.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas merosot Rp13.000 menjadi Rp732.000 per gram dari harga pada Rabu (18/3).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top