Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Nantikan Langkah Bank Sentral Jepang, Indeks Topix Menguat

Indeks Topix menjadi satu-satunya indeks utama di Asia yang menguat pada perdagangan Kamis (19/3/2020) karena investor mengamati kemungkinan rencana bank sentral Jepang untuk membeli lebih banyak exchange-traded fund (ETF).
Bursa Saham Tokyo./Kiyoshi Ota - Bloomberg
Bursa Saham Tokyo./Kiyoshi Ota - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Topix menjadi satu-satunya indeks utama di Asia yang menguat pada perdagangan Kamis (19/3/2020) karena investor mengamati kemungkinan rencana bank sentral Jepang untuk membeli lebih banyak exchange-traded fund (ETF).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix ditutup menguat 0,97 persen atau 12,38 poin k elevel 1.283,22, setelah sempat menguat hingga 3,3 persen. Adapun indeks Nikkei 225 ditutup melemah 1,04 persen.

Fund manager Saison Asset Management Co. Tetsuo Seshimo mengatakan investor memproyeksikan bahwa Bank of Japan (BOJ) akan turun tangan untuk membeli lebih banyak ETF, atau reksa dana yang diperdagangkan di bursa, yang terkait indeks Topix.

"Mengesampingkan apakah mereka benar-benar membeli atau tidak, investor mungkin mengincar BOJ untuk melakukan intervensi dan menopang pasar," katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Baik indeks Topix dan Nikkei 225 memulai perdagangan dengan penguatan menyusul pengumuman dari Bank Sentral Eropa tentang rencana untuk melakukan pembelian lebih banyak obligasi untuk memerangi krisis virus.

“Program pembelian aset ECB membantu mengurangi kekhawatiran di kalangan investor, karena mereka mengharapkan kebijakan moneter yang agresif untuk keluar dari wabah virus ini,” kata Ryuta Otsuka, analis di Toyo Securities Co.

Analis di NLI Research Institute Shingo Ide mengatakan penguatan indeks menipis dari awal perdagangan karena pasar saham Jepang akan ditutup pada Jumat (20/3/2020) untuk hari libur nasional, sehingga mendorong investor keluar posisi karena mereka enggan memiliki aset berisiko.

"Sentimen investor bisa menjadi lebih buruk karena tidak ada pandangan yang jelas kapan virus ini akan memuncak. Setelah Eropa dan AS mulai menutup perbatasan, penurunan ekonomi global tidak dapat dihindari," ungkap Ide.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper