Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beban Keuangan Melonjak, Laba Bali Towerindo (BALI) Turun 8,5 Persen

Beban keuangan meningkat seiring kenaikan pinjaman perbankan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 12 Maret 2020  |  12:52 WIB
Teknisi memeriksa perangkat BTS (Base Transceiver Station) di dekat jalan tol Trans Jawa, Ngawi, Jawa Timur, Minggu (12/5/2019). - ANTARA/Nando
Teknisi memeriksa perangkat BTS (Base Transceiver Station) di dekat jalan tol Trans Jawa, Ngawi, Jawa Timur, Minggu (12/5/2019). - ANTARA/Nando

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bali Towerindo Sentra Tbk mencatat perolehan laba bersih sebanyak Rp46,02 miliar pada 2019, turun 8,5 persen secara tahunan. Sejalan dengan penurunan laba bersih,laba per saham juga turun dari Rp3,84 menjadi Rp11,88.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan Bali Towerindo, Kamis (12/3/2020), emiten bersandi saham BALI itu meraup pendapatan sebanyak Rp617,52 miliar, atau naik 32,3 persen bila dibandingkan dengan perolehan tahun 2018 sebanyak Rp464,17 miliar.

Pendapatan BALI berasal dari lini usaha menara dan jaringan sebanyak Rp433,96 miliar dan segmen komunikasi data, internet, & kabel sebesar Rp183,55 miliar.  Pendapatan dari sektor menara dan jaringan naik 16 persen sedangkan pendapatan dari komunikasi, internet, dan kabel naik 103 persen.

Beberapa pelanggan utama yang berkontribusi pendapatan lebih dari 10 persen antara lain PT Smartfren Telecom Tbk, PT Jelajah Data Semesta, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Indosat Tbk.

Di sisi lain, beban keuangan BALI juga meningkat cukup tajam. Per Desember 2019, beban keuangan BALI tercatat Rp205,84 miliar, naik 37 secara tahunan. Kenaikan beban disumabng oleh lonjakan beban bunga pinjaman bank sebesar 52 persen menjadi Rp155,80 miliar. Jumlah tersebut juga setara 76 persen dari total beban keuangan BALI per Desember 2019.

Beban keuangan BALI memang naik tajam seiring peningkatan liabilitas. Secara umum, jumlah liabilitas naik 29 persen menjadi Rp2.24 triliun. Utang bank jangka yang naik 28 persen menjadi salah satu pendorong kenaikan liabilitas BALI.

Outstanding pinjaman dari PT Bank Sinarmas Tbk. naik 19,27 persen menjadi Rp807,69 miliar. Di samping itu, pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. juga naik 99 persen menjadi Rp648,45 miliar.

Selain itu, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi atau capital expenditure (capex) pada 2019 adalah sebesar Rp633,92 miliar. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan capex pada 2018 sebanyak Rp454,31 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi aksi emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top