Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ringkasan Perdagangan 4 Maret: IHSG Melonjak, Rupiah Jawara Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menorehkan prestasi di Asia bersama nilai tukar rupiah setelah The Fed memangkas suku bunga acuan secara besar-besaran.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  20:42 WIB
Pegawai Bank BNI Syariah menunjukan uang rupiah di kantor cabang di Jakarta, Senin (2/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pegawai Bank BNI Syariah menunjukan uang rupiah di kantor cabang di Jakarta, Senin (2/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat salah satu kenaikan tajam di Asia setelah bank sentral AS Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin.

Seiring dengan menanjaknya daya tarik aset-aset berisiko pascapenurunan suku bunga The Fed, nilai tukar rupiah menguat tajam terhadap dolar AS sekaligus memimpin penguatan mata uang di Asia.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Rabu (4/3/2020):

Terima Kasih The Fed! IHSG dan Rupiah Kompak Melonjak

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 2,38 persen atau 131,51 poin ke level 5.650,14.

Seluruh 9 sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin infrastruktur (+4,02 persen), industri dasar (+3,87 persen), dan finansial (+2,37 persen).

Sementara itu, dari 682 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 291 saham menguat, 125 saham melemah, dan 266 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang masing-masing naik 5,80 persen dan 2,93 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Kejutan The Fed Benamkan Wall Street, Bursa Asia Unjuk Gigi

Mayoritas indeks saham di Asia mampu menguat pada perdagangan hari ini, setelah Federal Reserve Amerika Serikat memangkas suku bunga acuannya guna melawan dampak ekonomi akibat virus corona (Covid-19).

The Fed melancarkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi kisaran 1 persen - 1,25 persen dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) darurat pada Selasa (3/3/2020) waktu setempat.

Kejutan dari The Fed dibuat ketika bank sentral di seluruh dunia berkomitmen mengambil tindakan demi mengurangi dampak merugikan dari wabah virus corona, yang terus menyebar ke negara-negara selain China dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Rupiah Terapresiasi Tajam

Nilai tukar rupiah rebound dan berakhir terapresiasi tajam 170 poin atau 1,19 persen di level Rp14.113 per dolar AS, setelah ditutup terdepresiasi 18 poin di posisi 14.283 pada Selasa (3/3/2020).

Lonjakan yang dicatatkan rupiah membawanya memimpin penguatan mata uang di Asia pada perdagangan hari ini, setelah pemangkasan suku bunga The Fed mendorong sentimen untuk aset-aset berisiko.

“Pemangkasan oleh The Fed akan menguntungkan rupiah dalam jangka pendek, karena perilaku memburu imbal hasil akan menyebabkan masuknya obligasi asing ke dalam Indonesia,” ujar Maximillian Lin, pakar strategi emerging market di NatWest Markets, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik tipis 0,04 persen atau 0,041 poin ke level 97,194 pukul 15.52 WIB, setelah berakhir melemah 0,21 persen atau 0,207 poin di posisi 97,153 pada Selasa.

The Fed Pangkas Bunga, Obligasi Indonesia Makin Kebanjiran Minat

Keputusan Federal Reserve Amerika Serikat (AS) dalam memangkas suku bunga acuan dinilai akan meningkatkan gairah pasar obligasi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, penurunan suku bunga yang dilakukan Federal Reserve AS (The Fed) dapat berdampak positif terhadap pasar obligasi Indonesia.

Investor dinilai akan melarikan modalnya dari ke instrumen investasi di negara berkembang. Terlebih, imbal hasil obligasi AS atau US Treasury tenor sepuluh tahun turun ke level di bawah 1 persen.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak April 2020 terpantau terkoreksi 8,20 poin atau 0,50 persen ke level US$1.626,20 per troy ounce pukul 15.52 WIB, setelah melonjak 3,11 persen dan ditutup di level 1.644,40 pada Selasa (3/3/2020).

Analis Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan bahwa harga emas untuk menyentuh level psikologis baru US$1.700 per troy ounce tinggal menunggu waktu.

Dia mengatakan pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed menambahkan katalis positif bagi emas untuk terbang lebih tinggi saat kondisi ekonomi global juga dalam tekanan akibat sentimen penyebaran virus corona atau Covid-19.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta bertambah Rp12.000 ke level Rp827.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas ikut naik Rp12.000 menjadi Rp749.000 per gram dari harga pada Selasa (3/3).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top