Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Salim Ivomas (SIMP) Bukukan Rugi Rp546 Miliar, Kok Bisa?

Peningkatan pada rugi bersih anak usaha Grup Salim itu, utamanya disebabkan oleh penurunan pendapatan sebesar 2,84 persen. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp13,65 triliun pada 2019 sedangkan tahun sebelumnya Rp14,05 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  07:00 WIB
Kebun sawit. - Joshua Paul / Bloomberg
Kebun sawit. - Joshua Paul / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten sektor perkebunan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. membukukan rugi bersih Rp546,14 miliar.

Jumlah itu naik 613,34 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp76,56 miliar. Dengan demikian rugi bersih per saham yang distribusikan kepada entitas induk pun naik dari posisi Rp5 menjadi Rp35.

Peningkatan pada rugi bersih anak usaha Grup Salim itu, utamanya disebabkan oleh penurunan pendapatan sebesar 2,84 persen. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp13,65 triliun pada 2019 sedangkan tahun sebelumnya Rp14,05 triliun.

Kinerja semakin tertekan akibat pos beban umum dan administrasi serta beban operasi tercatat naik 8,27 persen dan 234 persen. Masing-masing menjadi Rp916,29 miliar dan Rp294,30 miliar.

Sementara itu, emiten berkode saham SIMP mencatatkan total aset sebesar Rp34,91 triliun. Pos aset tidak lancar menyumbang Rp28,15 triliun dan aset lancar senilai Rp6,75 triliun.

Selain itu, liabilitas perseroan sepanjang mencapai Rp17,12 triliun. Adapun liabilitas jangka pendek mencapai Rp8,80 triliun sedangkan liabilitas jangka panjang senilai Rp8,32 triliun.

Harga saham SIMP ditutup melemah 3,75 persen atau 12 poin ke level Rp308 pada Kamis (27/2). Saham emiten kebun itu diperdagangkan sebanyak 640 kali dengan nilai mencapai Rp2,57 miliar.

Di sisi lain, perusahaan terafiliasi SIMP, PT Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. mencetak laba bersih sebesar Rp253,90 miliar.

Jumlah itu tumbuh 383,53 persen bila dibandingkan dengan kuartal III/2019 sebesar Rp52,53 miliar. Namun tetap saja, bila dibandingkan dengan tahun buku 2018, anak usaha Grup Salim itu mengalami koreksi sebesar 23,41 persen.

Pasalnya pada tahun sebelumnya, emiten berkode saham LSIP itu membukukan laba bersih sebesar Rp331,53 miliar. Dengan demikian, laba per saham pun menyusut dari posisi Rp49 menjadi Rp37.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top