Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepanjang 2019, Produksi Emas MDKA Tumbuh 33,15 Persen

Pada 2018, produksi emas perseroan sebanyak 167.506 oz emas dan 140.738 oz perak. Artinya, pada tahun lalu produksi emas bertumbuh 33,15 persen year on year (yoy).
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  11:26 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk. mencatatkan volume produksi emas sepanjang 2019 hingga 223.042 ounces (oz), melampaui pedoman produksi perseroan pada tahun lalu.

Untuk diketahui, emiten berkode saham MDKA itu menargetkan volume produksi emas pada 2019 berada di kisaran 180.000 hingga 200.000 oz.

Pada 2018, produksi emas perseroan sebanyak 167.506 oz emas dan 140.738 oz perak. Artinya, pada tahun lalu produksi emas bertumbuh 33,15 persen year on year (yoy).

Berdasarkan laporan perseroan, tingginya volume produksi emas perseroan pada tahun lalu disebabkan oleh hasil tambang yang memiliki kadar lebih tinggi. Adapun, biaya tunai per oz untuk produksi tersebut adalah US$430 oz dengan biaya pendukung tetap atau all-in sustaining cost adalah US$640 per oz.

“Biaya itu sejalan dengan harapan perseroan dan biaya operasi per ton yang lebih rendah mencerminkan peningkatan volume produksi emas aktual pada kuartal empat tahun lalu,” tulis Manajemen dalam laporan kuartalannya, dikutip Minggu (23/2/2020).

Perseroan menargetkan volume produksi pada 2020 sebesar 165.000 hingga 185.000 oz emas dengan biaya pendukung tetap sekitar US$650 hingga US$750 per oz bersih yang berasal dari kredit perak.

Selain itu, perseroan mencatatkan produksi tembaga sebesar 16.777 ton dengan biaya pendukung tetap sekitar US$1,86 per pon, lebih rendah daripada target produksi 2019 sebesar 18.000 ton.

Perseroan tidak memberikan target produksi tembaga pada tahun ini di proyek tambang Wetar seiring dengan rencana integrasi proyek itu dengan proyek AIM, proyek join venture dengan Tsingshan Corp.

“Pengurangan dalam produksi tembaga kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat, tetapi secara jangka panjang keputusan itu diambil untuk meningkatkan produksi tembaga di atas level produksi 2019,” tulis MDKA.

Di sisi lain, total pendapatan perseroan pada 2019 untuk emas dan perak mencapai US$60,7 juta yang berasal dari sebanyak 39.767 oz emas dan 95.327 oz perak dari tambang Tujuh Bukit dengan harga rata-rata US$1.486 per ons dan US$17 per ons.

Untuk tembaga, perseroan berhasil mencatatkan penjualan tembaga dari tambang Wetar mencapai US$22,9 juta, yaitu sebanyak 3.949 ton tembaga yang dijual dengan harga rata-rata US$5.791 per ton.

Dengan demikian, total pendapatan keseluruhan perseroan pada 2019 sebesar US$83,6 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merdeka copper
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top