Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Menguat, Antam Aktif Cari Cadangan Baru

PT Aneka Tambang Tbk. sedang melakukan tinjauan ke beberapa daerah prospek tambang untuk dilakukan eksplorasi, guna memperkuat cadangan emas perseroan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 23 Februari 2020  |  16:24 WIB
Aktivitas pekerja tambang di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/9). - JIBI/Nurul Hidayat
Aktivitas pekerja tambang di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan logam, PT Aneka Tambang Tbk., terus berupaya mencari titik eksplorasi baru untuk memperkuat cadangan dan sumber daya emas yang dimiliki perseroan di tengah tren penguatan harga emas global.

SVP Corporate Secretary Kunto Hendrapawoko mengaku bahwa perseroan sedang melakukan tinjauan ke beberapa daerah prospek tambang untuk dilakukan eksplorasi. Hal tersebut sejalan dengan rencana jangka pendek dan panjang perseroan untuk mempertahankan cadangan emasnya. 

“Untuk memperkuat cadangan dan sumber daya emas yang dimiliki, perseroan secara aktif akan tetap melakukan pencarian cadangan dan sumber daya emas,” ujar Kunto kepada Bisnis, Jumat (21/2/2020).

Saat ini, emiten berkode saham ANTM itu tengah melakukan eksplorasi di tiga tambang miliknya, yaitu di Pongkor Jawa Barat, Cibaliung Banten, Pegunungan Bintang di Papua. Hingga akhir 2019, kegiatan eksplorasi yang dilakukan di wilayah tambang emas Pongkor,  adalah model geologi dan pemboran.

Sementara itu, di Cibaliung kegiatan eksplorasi yang dilakukan masih dalam tahap uji pemboran, sedangkan Pegunungan Bintang, Papua meliputi pemetan geologi, pengukuran lintasan, geology test spectral, pemerian inti bor, dan pemboran inti dan geofisika.

Adapun, Kunto mengatakan bahwa perseroan masih mengoptimalkan tambang emas di Pongkor dan Cibaliung dengan tingkat produksi emas dari kedua tambang tersebut mencapai sekitar 2 ton. Berdasarkan data perseroan, sepanjang 2019 volume produksi unaudited emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 1.963 kg.

Di sisi lain, pada 2019 total penjualan unaudited emas berhasil naik 22 persen menjadi 34.023 kg, lebih besar daripada capaian 2018 sebesar 27.894 kg. Penjualan tersebut pun menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah perseroan.

Dalam kesempatan yang berbeda, perseroan melalui entitas anak usahanya PT Sumbawa Timur Mining (STM) berhasil menemukan deposit bijih tembaga-emas Onto di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Untuk diketahui, STM merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk proyek Hu'u di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Perusahaan ini merupakan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd dengan porsi kepemilikan sebesar 80 persen dan PT Antam Tbk. dengan porsi kepemilikan sebesar 20 persen.

Adapun, Eastern Star Resources Pty Ltd merupakan anak perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki oleh Vale SA.

STM telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam wilayah KK Proyek Hu'u sejak 2010. Deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013 dan sejak saat itu, sebanyak 64 lubang pemboran atau setara dengan 61.000 m telah dilakukan untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral.

Berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk adalah sebesar 0,76 miliar ton untuk setiap 0,93 persen tembaga dan 0,56 g/t emas.

Lalu total sumber daya mineral terekam sebesar 0,96 miliar ton untuk setiap 0,87 persen tembaga dan 0,44 g/t emas. Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton setiap 0,89 persen tembaga dan 0,49 g/t emas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas antam
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top