Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Terkoreksi Virus Corona, Saham Apple Inc. Terpukul

China merupakan negara yang menjadi bagian penting dari rantai pasok Apple. Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, hampir 17% dari pendapatan Apple pada 2019 berasal dari negara itu.
Logo Apple di satu toko Apple di Munich, Jerman/Reuters
Logo Apple di satu toko Apple di Munich, Jerman/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Saham Apple Inc.. mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan Selasa (18/2/2020) waktu setempat.

Dilansir Bloomberg, Selasa (18/2/2020) malam WIB, pelemahan itu dipicu oleh pernyataan raksasa teknologi tersebut terkait dampak dari virus corona yang akan menyebabkannya Apple kehilangan target penjualan pada kuartal ini.

Kondisi itu sepenuhnya bukan hal yang di luar dugaan. Pasalnya, produsen iPhone itu telah bergulat dengan dampak penyebaran virus tersebut selama beberapa minggu.

Wabah itu telah mengakibatkan beberapa penundaan operasional manufaktur dan penutupan toko ritel di China.

"Bulan lalu, Apple mengeluarkan proyeksi penjualan yang lebih luas dari biasanya karena virus corona," demikian tulis Bloomberg.

Analis mengakui ketidakpastian dan risiko yang berasal dari virus yang menyebar dari Wuhan, Provinsi Hubei, China. Apalagi, China merupakan negara yang menjadi bagian penting dari rantai pasok Apple dan bahkan sumber pendapatan utama.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, hampir 17% dari pendapatan Apple pada 2019 berasal dari negara itu.

"Namun, mereka juga berpendapat bahwa dampak dari virus akan bersifat sementara, dan mereka masih melihat alasan untuk bullish atas prospek jangka panjang Apple. Argumen serupa juga disampaikan ke beberapa pemasok Apple."

Adapun, saham Apple Inc. jatuh lebih dari 4% sebelum pasar dibuka.

Penurunan hari ini terjadi setelah lonjakan lebih dari 80% dari level terendah pada Juni 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper