Percepat Perputaran Arus Kas, PP Properti (PPRO) Garap Rumah Tapak

Pembagunan proyek rumah tapak dinilai lebih cepat sehingga turut mempercepat arus kas masuk bagi perseroan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  08:52 WIB
Percepat Perputaran Arus Kas, PP Properti (PPRO) Garap Rumah Tapak
Presiden Director PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat (kiri) memberikan penjelasan kepada Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin saat berkunjung ke Redaksi Bisnis Indonesia, Selasa (4/2). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti, PT PP Properti Tbk. (PPRO) akan mengembangkan sejumlah produk landed house atau rumah tapak untuk meningkatkan kinerja keuangan pada tahun ini.

Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat menjelaskan pengembangan produk tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan tren permintaan pasar saat. Selain itu, pembangunan produk rumah tapak juga dinilai akan lebih cepat mendorong perputaran arus kas perseroan

“Pembangunan landed house terhitung lebih cepat sehingga dapat mempercepat cash in perseroan. Hal ini sesuai dengan aturan PSAK 72, di mana pengakuan pendapatan baru akan dicatat pada saat serah terima,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (13/2/2020).

Dia mengatakan bahwa sejumlah produk rumah tapak yang akan dikeluarkan perseroan tersebar di sejumlah lokasi, yakni Rancasari (Bandung), Transyogi (Cibubur), dan Cengkareng (Jakarta Barat). Ketiga lokasi cukup strategis untuk menarik minat konsumen.

Adapun, jumlah unit yang ditawarkan masing-masing proyek adalah sekitar 536 unit, 607 unit, dan 179 unit. Pembangunan ketiga proyek ini akan dikerjakan dalam beberapa tahap.

PP Properti akan akan menyasar pasar kelas menengah dengan mengusung konsep milenial dengan kisaran Rp800 juta. Taufik menyebut lokasi proyek rumah tapak yang akan dikembangkan dekat dengan moda transportasi umum dan pintu masuk tol.

Saat ini, PPRO memiliki total cadangan lahan atau  landbank seluas 300-310 hektare di seluruh Indonesia.Jumlah tersebut diyakini cukup untuk pengembangan proyek dalam 30 tahun ke depan.

Di sisi lain, perseroan perseroan berharap bisa mendulang pendapatan sebanyak Rp 3,1 triliun dengan laba bersih sebesar Rp346 miliar. Dia optimistis dapat mencapai target itu dengan bertumpu pada proyek residensial, serta pendapatan berulang yang diperoleh dari Mall dan Hotel.

“Kami yakin proyek-proyek landed house ini akan sukses terjual seluruhnya sehingga akan mendukung target marketing sales sekitar Rp3,8 triliun pada tahun ini. Dengan berakhirnya tahun politik, kami berharap permintaan properti akan kembali meningkat,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, aksi emiten

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top