IHSG Ditutup Melemah 0,79 Persen, ASII & BBRI Jadi Penekan Utama

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,79 persen atau 47,52 poin ke level 5.952,08 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  16:49 WIB
IHSG Ditutup Melemah 0,79 Persen, ASII & BBRI Jadi Penekan Utama
Karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah perdagangan hari ini, Senin (10/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,79 persen atau 47,52 poin ke level 5.952,08 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (7/2/2020), IHSG mampu menutup pergerakannya di level 5.999,61 dengan penguatan 0,21 persen atau 12,46 poin.

Pergerakan indeks mulai tergelincir ke zona merah dengan dibuka turun 0,10 persen atau 6,23 poin di posisi 5.993,38 pagi hari ini. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 5.937,38 – 5.996,47.

Seluruh sembilan sektor menetap di wilayah negatif pada akhir perdagangan, dipimpin sektor pertanian dengan pelemahan 3,37 persen, disusul sektor 2,46 persen yang melemah 2,46 persen.

Sebanyak 119 saham menguat, 294 saham melemah, dan 264 saham stagnan dari 677 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing turun 3,13 persen dan 1,10 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG pada akhir perdagangan hari ini.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah ditutup melemah 37 poin atau 0,27 persen ke level Rp13.712 per dolar AS, setelah berakhir terdepresiasi 0,29 persen atau 40 poin di posisi 13.675 pada Jumat (7/2).

Sementara itu, bursa saham Asia lainnya bergerak variatif pada perdagangan karena investor terus memperkirakan kapan aktivitas ekonomi akan rebound setelah terpukul oleh coronavirus.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,46 persen pada pukul 14.58 WIB. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup melemah masing-masing 0,72 persen dan 0,6 persen. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite menguat 0,5 persen.

"Virus korona ini tampaknya berlangsung lebih lama, menginfeksi lebih banyak orang dan pukulan terhadap pertumbuhan akan lebih lama," ungkap Diana Mousina, ekonom di AMP Capital Investors Ltd., seperti dikutip Bloomberg.

"Anda tidak akan dapat menutup semua dampak negatif pada kuartal pertama," lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi Bank Indonesia yang dirilis Senin (10/2/2020), necara pembayaran pada kuartal IV/2019 surplus senilai US$4,3 miliar. Nilai ini membaik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yang defisit senilai US$46 juta.

Surplus neraca pembayaran pada kuartal IV tahun lalu ditopang oleh kenaikan surplus transaksi modal dan finansial serta defisit transaksi berjalan yang tetap terkendali.

Dengan perkembangan ini, posisi cadangan devisa pada Desember 2019 berada di angka US$129,2 miliar, naik dari US$124,3 miliar pada akhir September tahun lalu.

Posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

Ke depan, kinerja neraca pembayaran Indonesia diperkirakan tetap baik sehingga dapat menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek tersebut didukung defisit transaksi berjalan pada 2020 yang diproyeksikan tetap terkendali dalam kisaran 2,5 persen hingga 3,0 persen PDB.

Prospek aliran masuk modal asing diperkirakan juga tetap besar didorong persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top