Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR EMITEN: BUMN Karya Cenderung Konservatif, Khawatir ‘Tertular’ Virus Corona

Berita mengenai anggaran belanja modal dan kinerja emiten farmasi di tengah wabah virus corona, di antaranya, menjadi topik halaman market dan emiten edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (10/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  09:36 WIB
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Dedi Gunawan
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai anggaran belanja modal dan kinerja emiten farmasi di tengah wabah virus corona, di antaranya, menjadi topik halaman market dan emiten edisi harian Bisnis Indonesia, Senin (10/2/2020).  

Berikut perincian topiknya:

BUMN Karya Cenderung Konservatif. Emiten BUMN Konstruksi bersikap konservatif pada tahun ini, tercermin dari alokasi belanja modal yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan 2019. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, dari empat emiten BUMN karya, hampir seluruhnya mengalokasikan belanja modal yang lebih rendah pada tahun ini.

Virus Corona Masih Bayangi IHSG. Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini berpeluang terkoreksi. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap masuk dengan strategi buy on weakness.

Instrumen Menjanjikan di Tengah Gejolak Pasar. Produk reksa dana pasar uang dinilai bisa menjadi pilihan investasi yang cukup menjanjikan di tengah tingginya volatilitas pasar saham saat ini.

Khawatir ‘Tertular’ Virus Corona. Kalangan emiten farmasi diperkirakan bakal turut ‘tertular’ virus corona karena China menjadi salah satu sumber utama pasokan bahan baku obat. Penyebaran virus corona dikhawatirkan turut berdampak negatif terhadap emiten farmasi akibat terhambatnya pasokan bahan baku.

Penjualan Domestik Dipacu. Emiten produk sanitasi bakal menyasar segmen kelas bawah guna memperkuat pasar di Tanah Air. Presiden Direktur PT Surya Toto Indonesia Tbk. Hanafi Admadiredja mengakui industri produk sanitasi masih tertekan akibat lesunya pasar properti.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten aksi emiten
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top