Targetkan Penjualan Rp420 Miliar, MARK Waspadai Rupiah

Penjualan PT Mark Dynamics Tbk. (MARK) sekitar 95 persen untuk pasar ekspor.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  17:02 WIB
Targetkan Penjualan Rp420 Miliar, MARK Waspadai Rupiah
Chief Executive Officer PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) Ridwan Goh (kanan) menjelaskan tentang program peningkatan kapasitas pabrik kepada Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group Lulu Terianto saat melakukan kunjungan ke pabrik di Tanjung Morawa. - Mark Dinamics

Bisnis.com, JAKARTA - Penguatan mata uang rupiah dalam beberapa perdagangan terakhir mulai membuat emiten produsen cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Tbk. khawatir terhadap target penjualan tahun ini.

Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh mengatakan bahwa pihaknya mengkhawatirkan dolar AS yang melemah akan mempengaruhi kinerja perseroan pada tahun ini. Namun, perseroan sejauh ini belum akan merevisi target pendapatan dan penjualannya pada tahun ini.

MARK memasang target penjualan sekitar Rp420 miliar pada 2020. Target penjualan itu tumbuh 18 persen dari proyeksi penjualan 2019 sebesar Rp357 miliar.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (7/2/2020) hingga pukul 15.30 WIB, rupiah bergerak melemah 0,3 persen menjadi Rp13,675 per dolar AS. Namun, sepanjang tahun berjalan 2020, rupiah telah bergerak menguat 1,397 persen, menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia.

“Kita tunggu saja dulu [terkait perubahan target kinerja 2020], karena dolar AS cenderung melemah, sedangkan penjualan kami 95 persen ekspor dan itu pasti akan mempengaruhi pendapatan penjualan kami,” ujar Ridwan kepada Bisnis.com, Kamis (6/2/2020).

Berkaca pada laporan keuangan perseroan hingga 30 September 2019, ekspor masih menjadi kontribusi terbesar penjualan emiten dengan kode saham MARK tersebut. Total penjualan perseroan pada periode itu sebesar Rp267,2 miliar naik 11,13 persen dari capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp240,44 miliar.

Lebih rinci, total penjualan domestik perseroan hingga 30 September 2019 sebesar Rp15,9 miliar, sedangkan penjualan ekspor perseroan pada periode yang sama sebesar Rp251,22 miliar.

Pangsa pasar ekspor perseroan antara lain Malaysia, Thailand, Vietnam, Srilanka, dan China, dengan Negeri Jiran menyumbang sekitar 68 persen dari penjualan ekspor.

Selain itu, Ridwan juga mengaku penyebaran virus corona di China tidak mengganggu penjualan perseroan meskipun adanya pembatasan perjalanan oleh China. Hal tersebut dikarenakan pangsa pasar China hanya sekitar 5 persen – 10 persen dari total pasar perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top