Menengok Aset Nara Hotel Internasional

Berdasarkan data prospektus penawaran umum perdana saham, aset perusahaan memang melonjak drastis. Per Juli 2019, total aset mencapai Rp88,5 miliar, meningkat 821,09 persen dari akhir Desember 2018 senilai Rp9,61 miliar.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  14:47 WIB
Menengok Aset Nara Hotel Internasional
Bursa Efek Indonesia. - Bloomberg / Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Dugaan adanya mark up aset menjadi salah satu penyebab Otoritas Jasa Keuangan menunda aksi korporasi IPO PT Nara Hotel Internasional Tbk. Apa saja aset perusahaan tersebut?

Berdasarkan data prospektus penawaran umum perdana saham, aset perusahaan memang melonjak drastis. Per Juli 2019, total aset mencapai Rp88,5 miliar, meningkat 821,09 persen dari akhir Desember 2018 senilai Rp9,61 miliar.

Manajemen menjelaskan terjadi perubahan aset yang signifikan karena perseroan melakukan pembelian tanah dan adanya penambahan uang muka.

Tidak hanya itu, posisi aset per Desember 2018 senilai Rp9,61 miliar juga melonjak 669 persen year on year (yoy) dari posisi akhir 2017 sejumlah Rp1,25 miliar.

Kenaikan aset pada 2018 dibandingkan 2017 disebabkan sebagian besar karena adanya penambahan piutang kepada pihak berelasi yaitu kepada Tuan Francis Maria Caesar Dick Denhardt sebagai Komisaris Perseroan.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
Direksi
Direktur Utama : Adrianus Daniel Sulaiman
Wakil Direktur : Yudhistira Putra Sakti
Direktur : Endy Kusumo
Direktur : Francis Maria Caesar Dick
Direktur : Muliawan Kamal

Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Anak Agung Ngurah Oka Swadirpa, S.T.
Komisaris : Adolf Chien Fay Lim
Komisaris Independen : Hamdi Hassyarbaini

Perseroan memiliki aset tetap berupa 8 bidang tanah dengan status Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Luas total lahan yang tersebar di Kecamatan Nusa Penida, Bali, itu mencapai 57.020 meter persegi atau 5,702 hektare (ha).

Selain itu, berdasarkan situs resmi perseroan, Nara mengoperasikan sejumlah resort di Bali, seperti Tijili Benoa, Tijili Seminyak, Tijili Lodge, The Tamora Canggu, The Shadow Canggu, dan The Atuh Nusa Penida.

Rencana Dana IPO
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO sekitar Rp220 miliar, setelah dikurangi berbagai biaya akan dialokasikan untuk pengembangan sejumlah proyek. Empat proyek di antaranya direncanakan pembangunannya dimulai pada semester I/2020.

Pertama, sekitar 45 persen dana IPO akan digunakan untuk pembangunan hotel yang berlokasi di Nusa Penida, Bali, dengan luas bangunan sekitar 9.200 meter persegi dan lahan sekitar 2.908 meter persegi. Perkiraan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp112,5 miliar.

Kedua, sekitar 15 persen akan digunakan untuk pembangunan day club yang berlokasi di Nusa Penida dengan luas bangunan sekitar 4.062 meter persegi dan lahan 5.077 meter persegi. Perkiraan biaya yang dibutuhkan sekitar Rp37,5 miliar.

Ketiga, sekitar 12,5 persen dari dana IPO akan digunakan untuk pembangunan water park yang berlokasi di Nusa Penida dengan luas bangunan sekitar 1.715 meter persegi dan lahan sekitar 5.645 meter persegi. Perkiraan biaya pembangunan sekitar Rp31,25 miliar.

Keempat, sekitar 10 persen akan digunakan untuk pembangunan area komersial, yang berlokasi di Nusa Penida, dengan luas bangunan seluas 8.450 meter persegi dan lahan seluas 2.649 meter persegi. Perkiraan biaya yang dibutuhkan Rp25 miliar.

Kelima, sekitar 10 persen untuk pembelian tanah seluas sekitar 21.725 meter persegi, dimana tanah tersebut akan digunakan untuk perluasan hotel. Perkiraan biaya yang dibutuhkan Rp25 miliar.

“Keenam, sekitar 7,5 persen dari dana IPO untuk modal kerja. Adapun, dana yang akan diperoleh dari hasil Pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja,” papar manajemen dalam prospektus.

Dalam hal jumlah dana hasil IPO ini tidak mencukupi untuk memenuhi rencana tersebut, maka perseroan akan menggunakan pendanaan eksternal yang diperoleh dari bank dan/atau perusahaan pembiayaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top