Erick Thohir Tunjuk Deputi dan Sesmen Baru,dari Profesional sampai Polisi Penangkap Imam Samudera

Deputi dan sekretaris menteri yang dipilih Erik Thohir diharapkan bisa mendongkrak kinerja BUMN.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  17:50 WIB
Erick Thohir Tunjuk Deputi dan Sesmen Baru,dari Profesional sampai Polisi Penangkap Imam Samudera
Meneg BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Wakil Menteri Kartika Wirjoatmajo (kedua kanan) dan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (kedua kiri) saat mengikuti rapat kerja Panja Jiwasraya bersama komisi VI di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Dalam raker tersebut Panja meminta Kementerian BUMN segera membayarkan polis asuransi nasabah yang dimulai pada bulan Maret 2020.ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk empat pejabat madya baru. Salah satunya adalah Carlo Brix Tewu, mantan polisi penangkap teroris Imam Samudra dan profesional dari konsultan Ernst and Young.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Carlo dilantik bersama dengan tiga orang pejabat madya lainnya. Carlo sebelumnya bertugas di Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan. Kini, Carlo didapuk sebagai Deputi Kementerian BUMN Bidang Hukum dan Perundang-undangan.

"Ada empat orang yang dilantik pejabat madya. Bapak Carlo Brix Tewu, dari Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan. Tugas beliau mengidentifikasi BUMN yang berselisih dengan sesama BUMN," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (4/2/2020).

Menurut Arya, terdapat sekitar 20 BUMN yang saling berselisih dengan sesama BUMN. Carlo akan ditugaskan untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut untuk menghindarkan BUMN dari perselisihan di ranah hukum.

Carlo Brix Tewu meniti karier sebagai aparat polisi. Dia dikenal atas sejumlah prestasi mentereng, antara lain berhasil menangkap Tommy Soeharto pada 2001 dan membekuk teroris Bom Bali I yakni Imam Samudra pada 2002.

Selain Carlo, Kementerian BUMN juga menunjuk Nawal Nely dari Ernst and Young. Arya mengatakan Nawal akan didapuk menjadi Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN.

"Ibu Nawal ditugaskan untuk menangani manajemen risiko terhadap perusahaan BUMN di lingkungan BUMN. Jadi bisa dilihat bagaimana supaya cashflow hingga laporan keuangan bagus dari perusahaan BUMN ," katanya.

Arya menambahkan, Nawal akan berperan dalam memperbaiki aset dan arus kas perusahaan pelat merah. Menurutnya, arus kas BUMN menjadi fokus penting karena menjadi faktor kunci dalam pengembangan usaha.

Adapun, dua pejabat madya lainnya yang baru ditunjuk Erick Thohir adalah Loto Srinaita Ginting yang akan menjadi Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, dan Susyanto akan menjadi Sesmen BUMN.

Loto akan berperan mencari peluang baru BUMN dan UMKM dalam bentuk business to business (B2B).  Loto juga diharapkan mendorong percepatan untuk membantu UMKM dalam proyek-proyek di BUMN.

Sementara itu, Susyanto yang sebelumnya berkarier di Kementerian ESDM akan ditugaskan untuk mengidentifikasi semua regulasi yang menghambat jalannya bisnis BUMN.

"Untuk Sesmen yakni bapak Susyanto dari Kementerian ESDM. Bapak Susyanto ditugaskan oleb Menteri BUMN Erick Thohir dalam waktu dekat mengidentifikasi semua regulasi yang menghambat jalannya bisnis," tukas Arya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn

Sumber : Antara

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top