Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terseret Faktor Global, IHSG Melemah Nyaris 0,50 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu mempertahankan pergerakannya di zona hijau dan terkoreksi hampir 0,50 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (30/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  12:57 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/1/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/1/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu mempertahankan pergerakannya di zona hijau dan terkoreksi hampir 0,50 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (30/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG parkir di level 6.083,87 dengan pelemahan 0,48 persen atau 29,17 poin pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (29/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di zona hijau yakni level 6.113,04 dengan kenaikan tipis 0,03 persen atau 1,86 poin.

Sebelum berbalik ke zona merah, indeks sempat memperpanjang penguatannya dengan dibuka naik 0,28 persen atau 17,06 poin di posisi 6.130,1 pada Kamis (30/1) pagi. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.082,20 – 6.130,80.

Delapan dari sembilan sektor menetap di wilayah negatif pada akhir sesi I, dipimpin aneka industri (-2,09 persen) dan tambang (-0,64 persen). Satu-satunya sektor yang berakhir di wilayah positif adalah pertanian (+0,15 persen).

Sebanyak 137 saham menguat, 227 saham melemah, dan 312 saham stagnan dari 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing turun 2,56 persen dan 1,84 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG pada akhir sesi I.

Seiring dengan pergerakan IHSG, indeks Bisnis-27 melemah 0,56 persen atau 3,11 poin ke level 551,38, sedangkan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index melemah 0,71 persen atau 4,72 poin ke posisi 662,22 pada akhir sesi I.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah ikut melemah 29 poin atau 0,21 persen ke level Rp13.662 per dolar AS pukul 11.43 WIB, setelah berakhir terapresiasi 0,07 persen atau 10 poin di posisi 13.634 pada Rabu (29/1).

Beberapa indeks saham lain di Asia bahkan mengalami koreksi tajam. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang terpantau merosot 1,72 persen dan 1,56 persen masing-masing siang ini.

Indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,59 persen, Hang Seng Hong Kong turun tajam 1,84 persen, indeks Taiex Taiwan bahkan anjlok 5,51 persen.

Faktor global disebut akan menjadi salah satu pemicu pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini. Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, sentimen tersebut antara lain keputusan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan tingkat suku bunga. Keputusan itu dinilai memberikan sinyal tidak ada perubahan dalam waktu dekat.

Selain tingkat suku bunga The Fed, faktor global yang dinilai bisa menjadi sentimen pergerakan IHSG yaitu Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa (British Exit). Sementara itu China masih fokus menangani wabah virus corona. 

Dari dalam negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2019 mencapai Rp809,6 triliun. Investasi sebanyak itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,03 juta orang, jumlah yang dinilai belum maksimal. 

Pilarmas melihat tantangan penyerapan tenaga kerja berasal pada sektor padat karya. “BKPM dan pemerintah tampaknya sedang mengusahakan agar investasi yang masuk sejalan dengan penyerapan tenaga kerja,” tulis Pilarmas.

Di sisi lain, analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, IHSG tengah melewati rentang konsolidasi wajar sebelum dapat melanjutkan kenaikannya. Sementara itu, fase koreksi bisa dimanfaatkan investor untuk akumulasi pembelian.

“Support level masih tampak cukup kuat dan tahan uji. Sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang,” katanya dalam keterangan tertulis.

Untuk perdagangan saham hari ini, ia memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.002 – 6.254.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top