Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bali Towerindo (BALI) dapat Fasilitas Utang Rp800 Miliar dari IIF

Emiten berkode saham BALI itu menjadi perusahaan pertama yang menerima produk credit guarantee facility (CGF) dari IFF. Presiden Direktur Indonesia Infrastructure Finance Reynaldi Hermansjah mengatakan CGF merupakan produk penjaminan obligasi pertama di Indonesia.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  13:24 WIB
ilustrasi Infrastruktur. - iif.co.id.
ilustrasi Infrastruktur. - iif.co.id.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengucurkan dana segar senilai Rp800 miliar kepada emiten menara PT Bali Towerindo Sentra Tbk.

Emiten berkode saham BALI itu menjadi perusahaan pertama yang menerima produk credit guarantee facility (CGF) dari IFF. Presiden Direktur Indonesia Infrastructure Finance Reynaldi Hermansjah mengatakan CGF merupakan produk penjaminan obligasi pertama di Indonesia.

“Peluncuran produk ini merupakan wujud nyata salah satu peran IIF, yaitu berperan sebagai katalis dan enabler dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di industri Pasar Modal,” katanya di Jakarta pada Kamis (30/1/2020).

Dia berharap produk CGF ke depannya dapat turut semakin mengembangkan pasar obligasi korporasi di Indonesia. Pasalnya, obligasi emiten berpotensi untuk memperoleh peningkatan peringkat sehingga memperluas investor base yang dapat disasar oleh emiten obligasi tersebut.

“Dengan skema CGF yang ditawarkan oleh IIF, diharapkan terjadi peningkatan yang relatif baik terhadap tingkat pemeringkatan obligasi yang akan diterbitkan, sehingga dapat memberikan daya tarik yang lebih kepada investor untuk berinvestasi pada obligasi tersebut, selain implikasi pada kupon yang menjadi semakin kompetitif," katanya.

IFF, lanjutnya hanya akan mengucurkan dana kepada perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip Sosial dan Lingkungan (S&E) termasuk dengan BALI. Prinsip-prinsip S&E membantu klien untuk mengidentifikasi risiko dan dampak yang berkaitan dengan risiko S&E dari setiap proyek infrastruktur, salah satunya dengan Rencana Tindakan Perbaikan.

Menurutnya, BALI telah membuat dokumen pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan dari seluruh kegiatan BTS serta bukti pelaksanaan penanganan limbah B3. Menara yang berada di area publik juga dilengkapi dengan informasi penghubung kepada BTS bila keadaan darurat.

“Peluncuran fasilitas CGF adalah salah satu bentuk inovasi yang dilakukan oleh IIF secara berkelanjutan untuk mendukung Pemerintah dan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia” ungkapnya.

Penandatanganan CGF antara IIF dan BALI dilakukan secara bersamaan dengan pelaksanaan Due Diligence Meeting & Investor Gathering untuk penerbitan Obligasi Berkelanjutan I BALI Tower Tahap I Tahun 2020.

Saat ini, BALI sedang dalam tahap persiapan penerbitan obligasi korporasi dimana tingkat pemeringkatan yang diberikan oleh PT Fitch Ratings Indonesia (FITCH) adalah A. Peringkat ini dapat dicapai melalui dukungan fasilitas CGF dari IIF melalui pemberian jaminan berupa penanggungan sebesar 50% dari nilai emisi. BALI menggaet tiga sekuritas dalam penerbitan obligasi ini yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas dan PT Sinarmas Sekuritas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten menara telekomunikasi bali towerindo sentra
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top