Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lelang Sukuk Galang Penawaran Masuk Rp46,91 Triliun

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Rabu (29/1/2020), lelang sukuk negara menarik penawaran masuk sebesar Rp46,91 triliun. Adapun, dari penawaran masuk itu, Pemerintah menyerap Rp8 triliun yang didominasi seri jangka panjang.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  09:59 WIB
 Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi Sukuk Negara Ritel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Lelang sukuk negara mencapai penawaran masuk Rp46,91 triliun yang mencerminkan 6,7 kali dari target Rp7 triliun.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Rabu (29/1/2020), lelang sukuk negara menarik penawaran masuk sebesar Rp46,91 triliun. Adapun, dari penawaran masuk itu, Pemerintah menyerap Rp8 triliun yang didominasi seri jangka panjang.

Perinciannya, PBS015 bertenor 27,48 tahun diterbitkan Rp2,35 triliun. Lalu, seri PBS026, seri tenor 4,72 tahun diserap Rp2,28 triliun dan seri PBS005 bertenor 23,33 tahun diterbitkan senilai Rp1,37 triliun.

Sementara itu, seri pendek yakni bertenor kurang dari 2 tahun seperti SPN-S 15072020 dan PBS002 dimenangkan masing-masing sebesar Rp1 triliun.

Analis PT Penilai Harga Efek Indonesia, Lili Indarli mengatakan penawaran masuk dalam lelang kali ini cukup ramai kendati secara nominal masih lebih rendah bila dibandingkan dengan lelang sebelumnya. Namun, dari kesempatan dua kali lelang sukuk, rata-rata penawaran masuk sebesar Rp53,03 triliun atau 7,07 kali target (bid to cover ratio).

“Rata-rata penawaran masuk lelang tahun ini Rp53,03 triliun atau 7,07 kali bid to cover ratio. Pada 2019, rata-rata penawaran masuk lelang sukuk sebesar Rp23,63 triliun atau 3,15 kali bid to cover ratio,” ujarnya.

Tingginya minat investor dalam lelang pun menekan imbal hasil yang diminta selama lelang digelar. Dia mencatat, imbal hasil yang diminta lebih rendah dibandingkan imbal hasil wajar PHEI.

Sebagai gambaran, selisih imbal hasil yang dimenangkan berada di rentang 0,1 basis poin hingga 66,49 basis poin. Hal itu, katanya, mengindikasikan bahwa persepsi terhadap instrumen sukuk negara positif.

“Tingginya total penawaran masuk pada lelang kali ini yang disertai dengan imbal hasil yang rendah mencerminkan persepsi positif pasar terhadap performa pasar obligasi negara tipe syariah," katanya.

Secara umum, DJPPR mencatat outstanding sukuk negara Rp486,52 triliun padahal outstanding surat utang negara (SUN) sebesar Rp2.267,21 triliun. Dengan demikian, jumlah sukuk beredar masih terbatas bila dibandingkan dengan instrumen SUN sehingga masih menawarkan prospek positif.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top