Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Global Tertekan, IHSG Turun Lebih dari 1 Persen di Awal Dagang

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot lebih dari 1 persen pada awal perdagangan hari ini, Selasa (28/1/2020), di tengah pelemahan bursa global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  09:42 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot lebih dari 1 persen pada awal perdagangan hari ini, Selasa (28/1/2020), di tengah pelemahan bursa global.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka terkoreksi 0,37 persen atau 22,99 poin di level 6.110,22.

Kemudian pada pukul 09.06 WIB, indeks bergerak ke level 6.069,6 dengan koreksi tajam 63,6 poin atau 1,04 persen pada pukul 09.06 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (27/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 6.133,21 dengan anjlok 1,78 persen atau 110,9 poin, penurunan hari kedua berturut-turut sejak 24 Januari.

Seluruh sembilan sektor terpantau bergerak di zona merah pada Selasa (28/1) pagi, dipimpin pertanian (-2,84 persen), industri dasar (-1,58 persen), dan barang konsumsi (-1,35 persen).

Sementara itu, sebanyak 29 saham melemah dan 646 saham stagnan dari 675 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 1,51 persen dan 0,97 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 lanjut turun tajam 1,17 persen atau 6,48 poin ke level 549,63 pada pukul 09.06 WIB, setelah merosot 1,48 persen atau 8,35 poin dan ditutup di posisi 556,12 pada Senin (27/1).

Nilai tukar rupiah pun lanjut melemah 28 poin atau 0,21 persen ke level Rp13.643 per dolar AS pukul 09.04 WIB, setelah berakhir terdepresiasi 0,24 persen atau 32 poin di posisi 13.615 pada Senin (27/1).

Pada perdagangan Asia, aktivitas perdagangan saham beberapa negara di kawasan ini masih ditutup karena libur Tahun Baru Imlek. Namun, indeks saham negara lain yang telah dibuka memperlihatkan tekanan serupa.

Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang terpantau melemah 0,88 persen dan 0,99 persen masing-masing pagi ini. Indeks Kospi Korea Selatan dan FTSE Straits Times Singapura bahkan anjlok 2,89 persen dan 2,45 persen masing-masing.

Menurut tim Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG diperkirakan akan bergerak melemah mengikuti  pasar saham Amerika Serikat dan regional yang masih tertekan.

Pada perdagangan Senin (27/1/2020), bursa AS ditutup turun tajam, dengan Dow Jones (-1,57 persen), S&P (-1,57 persen), dan Nasdaq (-1,89 persen). Kekhawatiran pasar mengenai penyebaran virus Corona menjadi salah satu penyebab penurunan bursa.

Beberapa saham AS yang berkaitan dengan pasar China pun mengalami penurunan cukup signifikan dalam 10 hari terakhir di antaranya saham Estee Lauder (-10,4 persen), Marriot (-8,2 persen), dan Starbucks (-4,1 persen).

Sentimen negatif lainnya datang dari rilis data penjualan rumah baru bulan Desember 2019 di AS sebesar 694 ribu unit, yang lebih rendah dari 697 ribu unit pada November dan lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 730 ribu unit. 

“Pada perdagangan hari ini, kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah mengikuti  pasar AS dan regional yang masih tertekan,” tulis Samuel Sekuritas dalam publikasi riset hariannya.

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada keputusan bank sentral AS The Fed mengenai kebijakan arah suku bunga AS yang akan dirilis pada Kamis (30/1/2020) dini hari WIB.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG virus corona
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top