Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Virus China Masuki Wilayah AS, Wall Street Terjungkal

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat terjungkal ke zona merah pada akhir perdagangan Selasa (21/1/2020), setelah wabah virus dari China dikabarkan mencapai wilayah AS.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  06:40 WIB
Bursa AS. - Reuters
Bursa AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat terjungkal ke zona merah pada akhir perdagangan Selasa (21/1/2020), setelah wabah virus dari China dikabarkan mencapai wilayah AS.

Kekhawatiran atas virus corona (coronavirus) baru yang mengingatkan para investor mengenai krisis penyakit Sindrom Pernapasan Akut Parah atau SARS pada 2003, menambah beban pasar yang didorong pemangkasan pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 berakhir terkoreksi 0,26 persen di level 3.320,8, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,52 persen ke posisi 29.196,04, dan indeks Nasdaq Composite ditutup turun 0,19 persen di level 9.370,81.

Ketiga indeks saham utama AS tersebut meluncur setelah berulang kali mencapai rekor level penutupan tertingginya.

Pada Senin (20/1/2020), IMF menyatakan pertumbuhan global akan berakselerasi menjadi 3,3 persen tahun ini dari 2,9 persen pada 2019.

Meski berakselerasi, pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dari pertumbuhan sebesar 3,4 persen untuk 2020 yang diproyeksikan pada Oktober 2019.

Indeks memperpanjang pelemahannya setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengkonfirmasi kasus virus corona baru yang pertama di AS. Virus tersebut kini dilaporkan telah menewaskan enam orang di China.

“Kita melihat risiko utama pada pasar dan setiap kali ada ketidakpastian baru, kita melihat lebih banyak volatilitas dan investor melarikan diri dari aset berisiko,” ujar Charlie Ripley, ahli strategi pasar senior untuk Allianz Investment Management.

"Berita hari ini sekitar coronavirus adalah pengingat bahwa risiko tetap ada, dan itu adalah sesuatu yang akan diperhatikan oleh investor dalam beberapa pekan dan bulan mendatang," tambah Ripley.

Dengan merebaknya wabah virus ini yang terjadi menjelang liburan Tahun Baru China, berita itu menghantam pergerakan saham yang terkait dengan perjalanan.

Indeks NYSE Arca Airline turun 2,8 persen, sementara saham United Airlines dan Carnival Corp. masing-masing melemah 4,4 persen dan 2,3 persen.

Operator hotel dan kasino Las Vegas Sands Corp dan Wynn Resorts Ltd, yang memiliki operasi cukup besar di China, pun mengakhiri sesi dengan melemah 5,4 persen dan 6,1 persen masing-masing.

Pergerakan Bursa Wall Street 21 Januari

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

29.196,04

-0,52

S&P 500

3.320,8

-0,26

Nasdaq

9.370,81

-0,19

Sumber: Reuters


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street virus corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top