Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Untuk Pertama Kali, Indeks S&P 500 Tembus Level 3.300

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 0,92 persen ke level 29.297,64 poin, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,84 persen ke 3.316,89. Nasdaq Composite melonjak 1,06 persen ke level 9.357,13.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  05:13 WIB
Layar menampilkan Dow Jones Industrials Average setelah penutupan di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, (15/1/2020) - REUTERS/Brendan McDermid
Layar menampilkan Dow Jones Industrials Average setelah penutupan di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, (15/1/2020) - REUTERS/Brendan McDermid

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks S&P 500 Amerika Serikat menembus level 3.300 untuk pertama kalinya pada perdagangan Kamis (16/1/2020), sedangkan indeks utama AS lainnya juga melonjak ke rekor tertinggi, didorong oleh saham teknologi, data penjualan ritel yang solid, dan kinerja positif Morgan Stanley.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 0,92 persen ke level 29.297,64 poin, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,84 persen ke 3.316,89. Nasdaq Composite melonjak 1,06 persen ke level 9.357,13.

Saham Morgan Stanley melonjak 6,6 persen dan memimpin penguatan indeks S&P 500 setelah perusahaan mencatat laba kuartalan di atas estimasi dan meningkatkan target kinerja.

Sentimen selanjutnya terangkat oleh data yang menunjukkan penjualan ritel AS naik 0,3 persen pada bulan Desember 2019, sejalan dengan perkiraan para ekonom.

Data ritel menunjukkan ekonomi AS mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019 dan meredakan kekhawatiran tentang kesehatan sektor ini setelah laporan penjualan liburan yang mengecewakan dari Target Corp dan J.C. Penney Co Inc.

"Sektor konsumer harus kuat dan bukti itu adalah penjualan ritel, yang masuk cukup baik setelah adanya sediit perlambatan selama beberapa bulan terakhir," kata Tom Martin, manajer portofolio di Globalt, seperti dikutip Reuters.

Saham teknologi, yang telah memainkan peran besar dalam reli baru-baru ini, mencatat kinerja positif. Indeks teknologi informasi S&P naik 1,4 persen ke rekor tertinggi, memimpin kenaikan di antara sektor-sektor utama indeks. Saham Microsoft Corp naik 1,8 persen dan produsen chip juga melonjak menyusul prningkatan proyeksi produsen chip TSMC.

Indeks terus memperbarui rekor tertingginya setelah Washington dan Beijing pada hari Rabu menandatangani kesepakatan perdagangan fase pertama.

China diperkirakan akan mendorong pembelian barang dan jasa AS sebagai imbalan atas pencabutan sejumlah tarif sebagai bagian dari kesepakatan, tetapi beberapa masalah pelik masih belum terselesaikan.

Analis memperkirakan laba emiten indeks S&P 500 turun 0,4 persen pada kuartal keempat, tetapi laba tahun 2020 diperkirakan tumbuh 9,6 persen, menurut data Refinitiv IBES. Perkiraan kinerja setahun penuh biasanya menurun seiring tahun berjalan.

Di antara saham-saham lainnya yang bergerak, Signet Jewellers Ltd melonjak 40 persen setelah menaikkan estimasi laba disesuaikan untuk tahun 2020. Sementara itu, saham Bank New York Mellon Corp anjlok 7,8 persen setelah bank kustodian ini mencatat laba di bawah estimasi.

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat
IndeksLevelPerubahan (persen)
Dow Jones29.297,64+0,92
S&P 50029.297,64+0,84
Nasdaq29.297,64+1,06

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa as perang dagang AS vs China
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top