Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Bursa Asia Hijau, IHSG Ditutup Berbalik Menguat Tipis

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (17/1/2020), di tengah penguatan mayoritas bursa saham di Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  16:55 WIB
Mayoritas Bursa Asia Hijau, IHSG Ditutup Berbalik Menguat Tipis
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (17/1/2020), di tengah penguatan mayoritas bursa saham di Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup berbalik menguat 0,09 persen atau 5.61 poin ke level 6.291,66 pada akhir perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Kamis (16/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 6.286,05 dengan kenaikan tipis 0,04 persen atau 2,68 poin.

Sebelum berbalik melemah, indeks sempat memperpanjang penguatannya dengan dibuka naik 0,12 persen atau 7,73 poin di posisi 6.293,78, namun kemudian berbalik melemah dan terus tertekan. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran level 6.266,93-6.301,48.

Tiga dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin oleh sektor pertanian yang menguat 0,75 persen. Enam sektor lainya melemah, didorong oleh sektor properti yang turun 1,26 persen.

Dari total 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sebanyak 159 saham menguat, 230 saham melemah, dan 287 saham stagnan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing menguat 2,32 persen dan 1,31 persen menjadi penopang utama pergerakan IHSG hari ini.

Indeks saham lainnya di Asia bergerak cenderung menguat pada perdagangan hari ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup menguat 0,39 persen dan 0,45 persen. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan berakhir menguat 0,11 persen.

Di China, Indeks an CSI300 berakhir menguat 0,14 persen lebih tinggi, turun dari kenaikan sebelumnya yang mencapai 0,67 persen. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite melemah 0,12 persen.

Bursa Asia menguat setelah data di China menunjukkan bahwa tekanan pada ekonomi terbesar kedua di dunia itu mungkin mulai mereda.

Kabar tersebut, bersama dengan meredanya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat, turut mendukung aset berisiko, bahkan ketika sejumlah pasar saham mengambil jeda dalam perdagangan sore hari.

Dilansir Reuters, ekonomi China tumbuh 6,0 persen pada kuartal keempat 2019 dari tahun sebelumnya. Dengan angka tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2019 mencapai 6,1 persen, level paling lambat dalam 29 tahun terakhir, tertahan oleh permintaan domestik yang lemah dan perang dagang.

Data tersebut sebagian besar memperkuat tanda-tanda peningkatan kepercayaan bisnis China karena meredanya ketegangan perdagangan, yang ditandai dengan penandatanganan kesepakatan perdagangan fase pertama antara AS-China pada hari Rabu (15/1) untuk meredakan perang tarif keduanya.

Beijing secara luas diharapkan untuk memperkenalkan lebih banyak langkah-langkah stimulus pada tahun 2020 di tengah lesunya investasi dan tingkat permintaan.

"Ini semua adalah berita baik dan positif untuk kisah China. Semua data keluar, dari produksi industri, aset tetap hingga penjualan ritel, semuanya menunjukkan tanda-tanda bottoming out saat siklus perdagangan berakhir," kata Daniel Gerard, analis multi-aset senior di State Street Global Markets, seperti dikutip Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI IHSG
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top