Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Berbalik ke Zona Merah, BBCA & ASII Penekan Utama

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (17/1/2020), saat nilai tukar rupiah tergelincir melemah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Januari 2020  |  09:55 WIB
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (17/1/2020), saat nilai tukar rupiah tergelincir melemah.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,12 persen atau 7,73 poin di level 6.293,78.

Pukul 09.13 WIB, indeks bergerak ke level 6.282,58 dengan koreksi 3,47 poin atau 0,06 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (16/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di level 6.286,05 dengan kenaikan tipis 0,04 persen atau 2,68 poin.

Enam dari sembilan sektor terpantau bergerak di zona merah pada Jumat (17/1) pagi, dipimpin aneka industri (-0,99 persen) dan perdagangan (-0,25 persen). Tiga sektor lainnya bergerak di wilayah positif, dipimpin pertanian (+0,50 persen).

Sementara itu, sebanyak 110 saham menguat, 72 saham melemah, dan 494 saham stagnan dari 676 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing turun 0,15 persen dan 0,35 persen menjadi penekan utama atas perubahan negatif IHSG.

Di sisi lain, penguatan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) masing-masing sebesar 0,88 persen dan 0,45 persen mampu mendorong sekaligus membatasi besarnya pelemahan IHSG.

Menurut Kepala Riset Lanjar Nafi Reliance Sekuritas, secara teknikal pergerakan IHSG berhasil bertahan diatas level Moving Average 200 hari dan potensi rebound menguji resistance upper bollinger bands yang berada dikisaran 6.340.

Meski demikian, indikator Stochastic dan RSI akan menjadi signal pemberat dimana terjadi dead-cross pada indikator stochastic dan bearish momentum pada indikator RSI.

"Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung mixed tertahan di akhir pekan dengan support resistance 6.255-6.340," demikian menurut riset hariannya.

Di sisi lain, Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi IHSG saat ini terlihat masih berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah penantian untuk kenaikan lanjutan.

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat support level terlihat dapat terjaga dengan baik.

Selain itu, menurutnya capital inflow secara ytd yang masih tercatat lebih besar dibanding outflow sepanjang tahun sebelumnya masih menunjukkan minat investor terhadap pasar modal Indonesia.

"Maka dari itu, hari ini kami prediksikan IHSG berpotensi menguat di level 6.202 - 6.336," tutur William melalui riset harian.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berbalik turun 0,12 persen atau 0,68 poin ke level 563,62 pada pukul 09.13 WIB, setelah ditutup dengan kenaikan 0,01 persen atau 0,07 poin di posisi 564,3 pada Kamis (16/1).

Sementara itu, nilai tukar rupiah berbalik melemah 9 poin atau 0,07 persen ke level Rp13.652 per dolar AS pukul 09.09 WIB, setelah mampu berakhir menguat 0,38 persen atau 52 poin di posisi 13.643 pada Kamis (16/1).

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas mampu bergerak positif pada perdagangan Jumat pagi (17/1), dengan indeks Topix Jepang dan Shanghai Composite China masing-masing naik 0,31 persen dan 0,20 persen.

Adapun indeks Kospi Korea Selatan dan Hang Seng Hong Kong masing-masing mampu menguat 0,26 persen dan 0,64 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top