Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Fokus ke Penandatanganan Kesepakatan AS-China, Bursa Eropa Flat

Bursa saham Eropa ditutup flat pada perdagangan Rabu (15/1/2020) karena investor menahan diri sebelum penandatanganan perjanjian perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dan China.
Perang dagang AS China/istimewa
Perang dagang AS China/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup flat pada perdagangan Rabu (15/1/2020) karena investor menahan diri sebelum penandatanganan perjanjian perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,01 persen setelah bergerak dalam kisaran sempit sepanjang perdagangan, dengan sektor dengan sektor utilitas, kesehatan, dan makanan & minuman mendorong penguatan.

Presiden AS Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He akan menandatangani kesepakatan perdagangan awal pada hari Rabu yang akan menurunkan tarif dan membuat China meningkatkan pembelian barang dan jasa dari AS.

Pakta ini diharapkan dapat membantu meredakan konflik perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Hasil cetak pada dari kesepakatan tersebut belum dipublikasikan.

"Jelas pasar sedang menunggu detail dari kesepakatan fase pertama," kata Teeuwe Mevissen, ekonom pasar senior di Rabobank, seperti dikutip Reuters.

"Memang, jika Anda melihat pasar sekarang, pelaku pasar benar-benar mengambil pendekatan wait and see. Ke depan, fokus perlahan akan bergeser ke arah hubungan perdagangan antara AS dan Uni Eropa," lanjutnya.

Pembicaraan antara Uni Eropa dan perwakilan perdagangan AS di Washington pekan ini akan menjadi sorotan, mengingat hubungan yang tegang antara keduanya mengenai tarif AS dan perselisihan subsidi pesawat.

Produsen semikonduktor Belanda ASM International melonjak 8,6 persen dan mencapai rekor tertinggi setelah melaporkan asupan pesanan kuartal keempat yang kuat.

Di sisi lain, sektor otomotif menahan pergerakan indeks setelah ditutup melemah 1,7 persen.

Produsen suku cadang mobil Jerman Hella GMBH memperpanjang kerugian setelah membukukan laba semester pertama yang lebih rendah dan memproyeksikan belum adanya pemulihan pasar yang kuat.

Indeks saham utama Jerman turun sekitar 0,2 persen setelah ekonomi terbesar Uni Eropa ini mencatat menandai pertumbuhan PDB sebesar 0,6 persen pada 2019, tingkat ekspansi terlemah sejak 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper