Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 14 Januari: IHSG Lanjutkan Reli, Rupiah tak Mampu Mengekor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu memperpanjang penguatannya hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  20:43 WIB
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu memperpanjang penguatannya hari ini.

Namun, nilai tukar rupiah tak mampu mengekor kinerja positif rupiah dan terpaksa mengakhiri reli penguatannya setelah ditutup di zona merah.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Selasa (14/1/2020):

IHSG Ditutup Menguat, BBCA dan ASII Penopang Utama

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG ditutup di level 6.325,41 dengan penguatan 0,46 persen atau 28,84 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada Selasa, penguatan indeks mulai berlanjut dengan dibuka naik 0,20 persen atau 12,32 poin di posisi 6.308,89. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.298,61 – 6.325,41.

Enam dari sembilan sektor menetap di zona hijau, dipimpin sektor aneka industri yang menguat 2,66 persen dan finansial yang naik 1,13 persen. Tiga sektor lainnya melemah, didorong sektor pertanian yang turun 1,14 persen.

Adapun sebanyak 163 saham menguat, 219 saham melemah, dan 292 saham stagnan dari 674 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Astra International Tbk (ASII) yang masing-masing naik 1,85 persen dan 3,61 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.

Rupiah Ditutup Melemah, Gagal Pertahankan Reli

Nilai tukar rupiah gagal mempertahankan posisinya untuk bergerak di zona hijau pada perdagangan Selasa (14/1/2020) seiring dengan kecenderungan pasar untuk melakukan aksi ambil untung.

Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan bahwa mata uang garuda dihantui aksi ambil untung oleh investor setelah berhasil menyentuh level tertingginya sejak Februari 2018.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp13.680 per dolar AS, melemah tipis 0,051% atau 8 poin. Pada pertengahan perdagangan, rupiah sempat menyentuh level tertingginya Rp13.642 per dolar AS.

Kendati demikian, rupiah masih memimpin kinerja penguatan mata uang di Asia sepanjang tahun berjalan 2020, dengan bergerak naik 1,36% terhadap dolar AS.

Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Harga emas Comex kontrak Februari 2020 melemah 4,8 poin atau 0,31 persen ke level US$1.545 per troy ounce pada pukul 15.55 WIB.

Harga emas sebelumnya dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,13 persen atau 2 poin di level US$1.548,60 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama global lainnya terpantau menguat 0,047 poin atau 0,05 persen ke level 97,392 pada pukul 15.54 WIB.

Sementara itu, harga emas batangan di Pegadaian hari ini, tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada Senin (14/1/2020).

Emas cetakan Antam ukuran 0,5 gram masih dijual dengan harga yang sama seperti kemarin, yakni Rp419.000. Untuk emas cetakan UBS ukuran yang sama juga tidak mengalami perubahan harga alias stagnan di posisi Rp415.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Indeks BEI
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top